Seniman Muda Donasikan Lukisan ke RS Premier Surabaya

0

Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah seniman muda dari komunitas Art Reach mendonasikan karya lukis mereka ke Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya. Aksi sosial ini dilakukan untuk memberi semangat kepada pasien anak yang sedang dirawat.

Founder Art Reach, Kaylee Ann Siswanto, menyebut inisiatif ini berawal dari memori masa kecilnya. Siswi SMP Cita Hati ini pernah menjadi pasien demam berdarah di rumah sakit tersebut.

“Menurut saya dokter, perawat, dan seluruh staf di sini sangat perhatian. Hal sederhana itu menjadi memori yang amat baik bagi saya,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Kenangan manis itu mendorong remaja 15 tahun ini untuk kembali berkunjung. Ia datang membawa sejumlah lukisan karya teman-temannya untuk dipajang di berbagai sudut ruangan perawatan.

“Saya ingin kembali ke rumah sakit bukan sebagai pasien, tetapi sebagai seniman. Kami ingin membuat suasana perawatan lebih tenang dan membahagiakan bagi mereka,” kata Kaylee.

Chief Operating Officer (COO) RS Premier Surabaya, dr Ariawan Wangsa Seputra, menyambut baik langkah para remaja ini. Ia menilai karya seni membawa pesan optimisme bagi para pasien.

“Kami berterima kasih kepada seluruh seniman muda yang mempersembahkan karya terbaiknya. Lukisan ini membawa pesan semangat dan harapan bagi seluruh pasien,” ungkapnya.

Pihak manajemen rumah sakit berencana memamerkan deretan kanvas penuh warna tersebut di area perawatan intensif. Kehadiran lukisan ini diyakini mampu mendukung proses pemulihan psikologis.

“Karya-karya ini akan kami tempatkan di area critical care dan ruang bedah. Kami berharap lukisan tersebut mampu menciptakan suasana penyembuhan yang lebih baik,” jelas dr Ariawan.

Dukungan serupa datang dari Dokter Spesialis Anak RS Premier Surabaya, dr Deddy Iskandar. Ia melihat seni sebagai media terapi penting untuk menyalurkan kreativitas anak saat sakit.

“Saya sangat menghargai karya para remaja ini. Saya selalu senang jika anak-anak memiliki minat kuat di bidang seni seperti melukis atau bermain musik,” tuturnya.

Deddy berencana menggunakan lukisan-lukisan tersebut sebagai bahan motivasi keseharian. Ia akan memberitahu para orang tua pasien bahwa deretan karya indah itu murni buatan pelajar.

“Nanti saat lukisan dipajang di ruang anak, kami akan sampaikan bahwa ini murni karya anak-anak. Harapannya mereka termotivasi bahwa bakat bisa terus dikembangkan,” terang dr Deddy.

Seniman muda lainnya, Joyce Zerlina, turut menyumbangkan karyanya dalam aksi kemanusiaan ini. Siswi SMA Mawar Sharon tersebut melukis gulungan ombak berlatar awan merah muda yang hangat.

“Lukisan ini bercerita tentang kehidupan. Ada masa saat kita merasa hidup sangat berantakan, tetapi semuanya pasti bisa kembali menjadi tenang,” ucap remaja 17 tahun itu.

Pemilihan warna bernuansa persik sengaja diaplikasikan dalam kanvas untuk menghadirkan kesan ceria. Ia berharap goresan kuasnya bisa menjadi pelipur lara bagi pasien anak.

“Saya sangat ingin karya ini menginspirasi anak-anak agar tetap memiliki harapan kuat. Kesulitan apa pun pada akhirnya pasti dapat dilalui dengan baik,” imbuhnya. [ipl/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.