PLN Nusantara Power Catat Kenaikan Produksi Listrik hingga Efisiensi BPP Tembus 11,4%

0

Ringkasan Berita

* PLN Nusantara Power sukses memproduksi energi listrik sebesar 66.919 GWh sepanjang tahun 2025 dan berhasil mengoptimalkan Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga turun 11,4%.

* Melalui program Green and Lean, perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 1,46%, mencapai 110% dari target yang ditetapkan untuk tahun 2025.

* Lini bisnis Beyond kWh mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun (160% dari target Rp688 miliar), didorong oleh ekspansi proyek internasional di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste.

* PLN NP meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level GCG di lingkungan PLN Group serta tengah mengembangkan pembangkit baru berkapasitas total 696,9 MW di Indonesia.

—————————————————————————————

Surabaya (beritajatim.com) — PT PLN Nusantara Power (PLN NP), selaku subholding pembangkitan terbesar milik PT PLN (Persero), sukses menorehkan rapot kinerja operasional yang gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan pelat merah ini tidak hanya berhasil mengamankan pasokan listrik nasional sebesar 66.919 GWh, melainkan juga sukses memangkas Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga belasan persen.

Langkah taktis optimasi operasional menjadi kunci utama di balik efisiensi masif tersebut. Melalui pengelolaan energy mix (bauran energi) yang semakin presisi di berbagai unit pembangkit, PLN NP berhasil merealisasikan penurunan BPP hingga mencapai 11,4%. Efisiensi ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus memperkokoh efisiensi biaya di lingkungan PLN Group.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa performa impresif ini merupakan hasil dari kerja kolektif dan komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan. PLN NP kini tidak lagi sekadar mengejar volume produksi, namun telah bergeser ke arah pengelolaan energi yang lebih cerdas dan adaptif.

“PLN NP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pembangkitan berjalan semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia,” ujar Ruly dalam keterangan resminya.

Menelisik aspek teknis, keandalan mesin-mesin pembangkit PLN NP berada dalam kondisi prima sepanjang 2025. Indikator keandalan utama, seperti Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), mencatatkan angka yang berhasil melampaui target korporasi. Capaian ini menunjukkan minimnya risiko gangguan mendadak pada unit pembangkit, sekaligus menjamin pasokan listrik ke masyarakat tetap stabil dan berkualitas.

Sejalan dengan agenda transisi energi, PLN NP juga memperlihatkan komitmen serius melalui program Green and Lean. Sepanjang tahun 2025, emisi karbon dari aktivitas operasional berhasil dipangkas sebesar 1,46%. Angka dekarbonisasi ini setara dengan 110% dari target awal yang dicanangkan korporasi, membuktikan keberhasilan perusahaan dalam mengelola pembangkitan ramah lingkungan.

Kejutan besar dalam laporan kinerja 2025 ini datang dari sektor non-kelistrikan atau pendapatan Beyond kWh. Mengoptimalkan kompetensi teknik dan manajemen asetnya, PLN NP sukses meraup pendapatan luar biasa sebesar Rp1,1 triliun. Realisasi ini melonjak drastis hingga menyentuh angka 160% dari target awal yang dipatok sebesar Rp688 miliar.

Pasar internasional menjadi salah satu penopang utama pundi-pundi non-kelistrikan ini. PLN NP tercatat aktif menggarap berbagai proyek energi strategis di mancanegara, termasuk di Malaysia, Bangladesh, hingga Timor Leste. Kehadiran di panggung global ini menjadi sinyal kuat bahwa kapabilitas teknis insinyur PLN NP kian diakui di kancah internasional.

Apresiasi tinggi datang dari induk usaha. Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menegaskan bahwa kontribusi PLN NP sangat signifikan dalam mendukung keandalan pasokan sekaligus optimalisasi biaya konsolidasi di lingkungan PLN Group.

Di samping performa keuangan dan operasional, PLN NP menempatkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama. Dalam penilaian internal, subholding ini menyabet skor tertinggi untuk aspek Maturity Level GCG di seluruh entitas PLN Group. Tata kelola yang transparan dan akuntabel ini menjadi modal krusial perusahaan untuk memperluas kemitraan strategis ke depan.

Menatap masa depan, ekspansi portofolio terus digulirkan. Guna menjawab tren lonjakan konsumsi listrik domestik, PLN NP saat ini tengah memperkuat kapasitasnya melalui pengembangan rangkaian pembangkit listrik baru dengan total kapasitas kumulatif mencapai 696,9 MW yang tersebar di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.