Miras Ilegal di Kediri: Korban Berjatuhan, Pemerintah Kabupaten Kediri Diujung Tuntutan

0

Jatimpedia| 8 Juli 2026. Kecelakaan lalu lintas tragis yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Kediri kembali memantik sorotan terhadap peredaran minuman beralkohol tanpa pengawasan. Dugaan adanya pesta miras di sebuah tempat karaoke sebelum insiden menambah tekanan publik terhadap efektivitas penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait minuman keras.

Meski bukti masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, peristiwa ini menggarisbawahi kelemahan pengawasan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. LSM Gerakan Rakyat Indonesia (Gerak Indonesia) segera merespons dengan rencana menggelar aksi damai di depan kantor Satpol PP dan DPRD Kabupaten Kediri.

Organisasi itu menuntut tindakan tegas terhadap peredaran dan konsumsi miras, menilai insiden terbaru sebagai alarm bahwa penegakan aturan belum berjalan optimal. “Jika nantinya terbukti ada kaitan antara konsumsi minuman keras dengan peristiwa tersebut, maka ini bukan lagi persoalan individu, tetapi juga menyangkut efektivitas pengawasan dan penegakan aturan,” ujar Achmad Masliyanto, Kepala Bidang LSM Gerak Indonesia.Permasalahan di lapangan tampak berlapis.

Pertama, adanya celah pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan malam yang memungkinkan miras beredar secara ilegal. Kedua, implementasi Perda yang belum konsisten, sehingga sanksi dan tindakan preventif seringkali tak maksimal. Satpol PP, sebagai aparat pelaksana di daerah, mendapat sorotan karena dianggap kurang tegas dan terkesan pilih kasih dalam penindakan terhadap pelanggaran.

Perda tentang minuman keras dibuat bukan sekadar untuk mengatur moral publik, tetapi untuk menjamin keselamatan dan ketertiban. Konsumsi alkohol berlebih kerap berkontribusi pada kecelakaan lalu lintas, tindakan kekerasan, dan gangguan ketertiban umum. Ketika regulasi tidak ditegakkan, efeknya tidak hanya pada pelaku usaha yang melanggar, tetapi pada seluruh masyarakat yang menjadi korban—baik secara langsung maupun tidak langsung.

DPRD Kabupaten Kediri memiliki peran krusial dalam mengawasi pelaksanaan Perda. Gerak Indonesia meminta dewan memanggil instansi terkait untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan aturan. Fungsi pengawasan legislatif ini penting agar kebijakan yang ada tidak stagnan menjadi catatan administratif semata.

DPRD juga diharapkan memfasilitasi dialog antar-pemangku kepentingan—pemerintah, penegak hukum, pemilik usaha, dan masyarakat—untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Meski menuntut tindakan tegas, Gerak Indonesia menegaskan menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah dalam penyelidikan polisi.

Pendekatan ini penting agar tuntutan publik tidak berubah menjadi penghakiman yang mempengaruhi proses hukum. Penanganan kasus secara transparan dan profesional akan membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi terkait.Langkah pencegahan yang disarankan tidak hanya berupa penindakan.

Kampanye edukasi tentang dampak negatif konsumsi alkohol, program keselamatan berkendara yang menekankan pencegahan alkohol saat mengemudi, serta pelatihan bagi pengelola tempat hiburan tentang kewajiban perizinan dan tanggung jawab keselamatan pelanggan dinilai sama pentingnya. Selain itu, pembukaan saluran pengaduan yang mudah diakses masyarakat untuk melaporkan peredaran miras ilegal akan membantu aparat merespons pelanggaran lebih cepat.Aspek ekonomi juga perlu diperhatikan.

Peredaran miras ilegal seringkali dipicu oleh keuntungan ekonomi dari penjualan murah dan biaya perizinan yang dianggap memberatkan. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas harus diimbangi kebijakan dukungan bagi pelaku usaha formal—misalnya insentif bagi usaha yang mematuhi aturan dan program pembinaan bagi usaha mikro agar tidak terdorong ke praktik ilegal.

Aksi damai Gerak Indonesia berpotensi menjadi momentum bagi reformasi penegakan aturan jika direspons dengan langkah konkrit. Inspeksi rutin, penindakan hukum terhadap pelanggar, peningkatan kapasitas Satpol PP, serta evaluasi dan revisi Perda bila diperlukan merupakan langkah nyata yang bisa diambil.

Tekanan publik melalui demonstrasi damai harus diikuti oleh keterbukaan dan komitmen dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengawasan.Kejadian di Kediri merupakan pengingat bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama.

Perda mengenai minuman keras merupakan alat untuk mencegah bahaya yang dapat dicegah—bukan semata alat kontrol sosial. Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menutup celah pengawasan, menegakkan hukum secara adil, dan meningkatkan kesadaran publik. Jika tidak, korban lain mungkin akan terus berjatuhan.

Gerak Indonesia menyatakan aksi damai akan digelar dalam waktu dekat. Waktu dan bentuk aksi belum dipublikasikan secara rinci, namun organisasi tersebut menegaskan tujuan utamanya adalah mendorong penegakan hukum yang lebih tegas demi keselamatan warga.

Publik kini menunggu respons konkret dari Satpol PP, DPRD, dan aparat penegak hukum—apakah insiden ini akan menjadi titik balik bagi penegakan Perda, atau hanya akan berlalu tanpa perbaikan signifikan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.