Geger Bom Raksasa Diameter 50 Cm di Sungai Lahar Blitar, Evakuasi Masih Gagal
Blitar (beritajatim.com) – Niat hati mencari ikan, seorang warga justru menemukan benda misterius berukuran raksasa yang diduga kuat sebagai bom di aliran Sungai Lahar, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Hingga Rabu (8/7/2026) sore, benda mematikan tersebut masih tertancap di dasar sungai akibat posisinya yang terhimpit batu besar.
Upaya evakuasi yang dilakukan secara gabungan oleh Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, dan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur terpaksa dihentikan sementara. Selama hampir 2,5 jam berjibaku di lokasi, tim menemui jalan buntu karena beratnya medan.
Penemuan mendebarkan ini pertama kali dialami oleh Oki Eka Hadi Saputra, warga Jalan Manggar, Kelurahan Sukorejo. Pada Minggu (5/7/2026) malam, Oki bersama seorang rekannya tengah asyik mencari ikan menggunakan alat panah di sungai tersebut.
Saat itu, Oki berhasil membidik seekor ikan, namun buruannya terlepas dan bersembunyi di celah bebatuan. Tak ingin kehilangan hasil buruan, ia merogohkan tangannya ke balik batu. Bukannya ikan yang didapat, tangannya justru meraba permukaan benda asing berbahan logam.
“Saya kejar ikan itu. Ketika saya coba mencarinya di balik batu, tangan saya malah memegang benda yang bentuknya seperti bom,” ungkap Oki menceritakan detik-detik penemuannya.
Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Agus Tri, membenarkan adanya temuan tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
“Kami langsung berkoordinasi dan menghubungi Tim Jibom Brimob Polda Jatim. Ada empat personel spesialis yang diturunkan untuk melakukan penanganan dan asesmen awal di lokasi kejadian,” jelas Kompol Agus.
Dari hasil analisa visual sementara oleh Tim Jibom, wujud benda misterius tersebut memiliki kemiripan dengan bom udara atau bom yang umumnya dijatuhkan dari pesawat tempur. Bagian yang terlihat menonjol di permukaan air hanyalah bagian ekor yang dilengkapi dengan empat sirip.
“Kelihatannya ukurannya besar sekali, diameternya sekitar 50 sentimeter. Dugaannya, benda itu adalah bom pesawat,” bebernya.
Karena separuh badan benda tersebut tertancap kuat dan terhimpit batu besar di dasar aliran sungai, evakuasi manual tidak mungkin dilakukan tanpa risiko tinggi. Polisi juga belum bisa memastikan apakah status bom tersebut masih aktif atau sudah tidak berfungsi.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, komando di lapangan memutuskan untuk menarik mundur pasukan dan menunda proses pengangkatan.
“Untuk saat ini, proses evakuasi kami hentikan dulu. Menunggu besok (Kamis) untuk dilanjutkan kembali, rencananya kami akan membawa alat derek (crane) karena harus mengangkat batu besar yang menindihnya di atas,” tutup Kompol Agus.
Hingga saat ini, area di sekitar lokasi penemuan di Sungai Lahar telah disterilkan dan dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat demi alasan keselamatan. (owi/ian)
Link informasi : Sumber