Pemkot Malang Nyatakan Perang Terhadap LGBTQ

0

Malang(beritajatim.com) – Ramainya perbincangan paham menyimpang lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ). Mendapat respon keras dari Pemerintah Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan akan memerangi LGBTQ karena jelas paham yang menyimpang. Tidak ada tempat bagi perilaku LGBTQ di Kota Pendidikan.

“Iya, perlu kita perangi,” kata Wahyu pada, Rabu, (8/7/2026).

Pemkot Malang telah melakukan antisipasi dini terhadap penyebaran LGBTQ dengan melakukan sosialisasi masif ke lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga institusi pendidikan di Kota Malang. Selain menyimpang LGBTQ memiliki dampak buruk pada kesehatan.

“Kami akan memberikan sosialisasi, terutama kepada OPD sampai ke sekolah, memberikan satu gambaran terkait dampak dari pada perilaku ini terhadap kesehatan dan lain-lain,” kata Wahyu di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 menyebut perilaku LGBTQ sebagai salah satu ancaman non militer. Penyimpangan ini harus diperangi agar tidak menyebar dikehidupan masyarakat.

Dari catatan Dinkes Kota Malang, dalam rentang periode Januari sampai Mei 2026 terdapat 97 kasus HIV. Dengan rincian, 78 persennya merupakan laki-laki dan 22 persen perempuan. Dari 97 kasus 35 persen diantaranya disebabkan oleh hubungan laki-laki seks dengan laki-laki atau LSL sisanya wanita pekerja seks (WPS), waria, penggunaan alat suntik bergantian, dan ibu hamil.

“Yang jelas kami secara dini sudah memberikan satu pemahaman kepada masyarakat, termasuk pendatang yang datang ke Kota Malang,” tutur Wahyu. (luc/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.