1.600 Kader Motivator Jadi Andalan Kota Mojokerto Wujudkan Keberhasilan Program Kesehatan Nasional
Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan pentingnya peran kader motivator kesehatan sebagai ujung tombak keberhasilan berbagai program kesehatan nasional.
Dengan dukungan sekitar 1.600 kader yang tersebar di seluruh wilayah, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto optimistis mampu mencapai target pelaksanaan program kesehatan secara maksimal.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Ning Ita (sapaan akrab, red) saat menghadiri Pembinaan Kader Motivator Kesehatan, Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Imunisasi di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Dalam arahannya, Ning Ita menyampaikan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
“Karena kesehatan mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi individu, tetapi juga kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal. Kader harus memahami berbagai program kesehatan, kemudian menjadi contoh yang baik dan mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing,” ungkapnya, Kamis (9/7/2026).
Ia menilai Kota Mojokerto memiliki keunggulan dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah. Luas wilayah yang relatif kecil serta jumlah penduduk yang tidak terlalu besar dinilai memudahkan pemerintah menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah. Didukung sekitar 1.600 kader motivator kesehatan yang aktif di lingkungan masing-masing, Pemkot Mojokerto optimistis seluruh program kesehatan nasional dapat dijalankan secara optimal.
“Daerah kita kecil sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat. Dengan 1.600 kader motivator, saya optimistis kita bisa menyukseskan 100 persen program nasional, mulai dari Posyandu, PHBS, imunisasi, pemberantasan jentik, hingga program kesehatan lainnya. Kader motivator memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Selain menyampaikan informasi, para kader juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat. Tak hanya di bidang kesehatan, Ning Ita juga mengajak seluruh kader untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah lainnya. Salah satunya adalah Piloting Project Digitalisasi Bantuan Sosial yang tengah dijalankan di Kota Mojokerto.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan para kader menjadi faktor penting agar seluruh program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap capaian program kesehatan maupun program nasional lainnya dapat terus meningkat sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat di Kota Mojokerto,” tegasnya. [tin/ted]
Link informasi : Sumber