YGAS Surabaya Gelar Workshop Awal Semester, Perkuat Kaderisasi dan Strategi Dakwah
Surabaya (beritajatim.com) – Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya (YGAS) menggelar Workshop Awal Semester sebagai momentum memperkuat program, mengevaluasi capaian, sekaligus menyelaraskan target strategis lembaga hingga akhir 2026.
Kegiatan tahunan yang berlangsung di Gedung LPF Lantai 3 YGAS itu dihadiri para kepala direktorat di lingkungan Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya serta perwakilan Head Station Suara Muslim Radio Network.
Workshop tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat sinergi antardirektorat, berbagi gagasan, serta merumuskan langkah pengembangan program agar semakin memberikan manfaat bagi umat dan mitra dakwah.
Ketua YGAS Tekankan Pentingnya Kaderisasi
Ketua Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya, Irwitono, menegaskan bahwa kaderisasi menjadi fondasi utama keberlanjutan perjuangan lembaga. Menurutnya, setiap pemimpin harus mempersiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet perjuangan.
“Saya teringat proses menua para pimpinan kita, begitu pula saya yang harus selalu siap tergantikan nantinya. Pertanyaannya, siapa yang akan melanjutkan estafet perjuangan ini?” ujar Irwitono, Kamis (9/7/2026).
Ia menekankan, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian program saat ini, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan penerus yang menjaga visi, budaya kerja, dan kesinambungan dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Irwitono juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 105 sebagai pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT akan bernilai ibadah.
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’.”
Menurutnya, setiap proses kerja harus diarahkan untuk membangun sistem, budaya organisasi, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Gunakan Pendekatan BCG Matrix
Sebagai bagian dari penyusunan strategi organisasi, workshop menerapkan pendekatan Boston Consulting Group Matrix (BCG Matrix), metode analisis strategis yang digunakan untuk memetakan setiap unit program berdasarkan tingkat pertumbuhan dan kontribusinya terhadap organisasi.
Melalui pemetaan tersebut, setiap direktorat diharapkan memiliki arah yang lebih jelas dalam menentukan prioritas program, mengoptimalkan sumber daya, serta menyusun strategi pengembangan lembaga pada masa mendatang.
Selain menjadi forum evaluasi dan perencanaan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antarunit sekaligus mempererat sinergi bersama mitra dakwah.
Perkuat Komitmen dan Budaya Belajar
Wakil Ketua Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya, Ustadz Fabristo, mengingatkan bahwa setiap target organisasi harus dibangun melalui proses perencanaan yang matang dan budaya belajar yang berkelanjutan.
“Setiap proses membutuhkan perencanaan, dan dalam perencanaan itu terdapat banyak pembelajaran. Karena itu, jangan pernah lepas dari proses thalabul ‘ilmi atau menuntut ilmu,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum Yayasan, Yanti, mengapresiasi workshop tersebut sebagai ikhtiar kolektif dalam mengevaluasi program, memperkuat koordinasi, serta menyusun strategi yang lebih terarah.
Menurutnya, kolaborasi lintas bidang menjadi modal penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Meski berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, antusiasme peserta tetap terjaga sampai akhir kegiatan. Workshop ini juga melibatkan tim pelaksana (second layer) dari setiap direktorat yang akan menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasi berbagai program di lapangan.
Keterlibatan mereka menjadi indikator bahwa proses kaderisasi di lingkungan Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya berjalan dengan baik, sehingga strategi yang disusun memiliki peluang lebih besar untuk diwujudkan secara optimal dan berkelanjutan. (rma/but)
Link informasi : Sumber