BPJS Kesehatan Kediri Kenalkan Wajah Baru JKN, Hadirkan Layanan Digital yang Lebih Mudah dan Fleksibel

0

Ringkasan Berita

  • BPJS Kesehatan Cabang Kediri menggelar Media Gathering bertema “Mengenal Wajah Baru JKN” untuk memperkenalkan transformasi layanan digital.
  • Inovasi yang diperkenalkan meliputi PASTI JKN, NADI JKN, REHAB 3.0, Mobile JKN, PANDAWA, dan VIOLA.
  • Cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,59 persen di Kabupaten Kediri dan 99,75 persen di Kota Kediri.
  • BPJS Kesehatan berharap kolaborasi dengan media semakin memperkuat literasi masyarakat dan menangkal informasi hoaks terkait Program JKN.

Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kediri terus memperkuat sinergi dengan insan media sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui Media Gathering bertema “Mengenal Wajah Baru JKN: Lebih Informatif, Lebih Fleksibel, dan Berkelanjutan”, BPJS Kesehatan memperkenalkan berbagai transformasi layanan digital yang dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses Program JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini berperan aktif menyebarluaskan informasi positif mengenai Program JKN.

Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat sehingga informasi yang diterima publik tetap akurat, berimbang, dan mudah dipahami.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan media yang selama ini telah menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan. Program JKN tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilannya merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, badan usaha, hingga media yang terus mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif,” ujar Tutus, pada Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, Media Gathering tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi dan keterlibatan antara BPJS Kesehatan dengan media. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kebijakan dan inovasi layanan diharapkan dapat dipahami masyarakat secara utuh sekaligus meminimalkan munculnya informasi yang keliru.

Tutus menambahkan, kolaborasi tersebut turut mendukung keberhasilan wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC).

Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Kediri telah mencapai 1.670.686 jiwa atau 98,59 persen dari total penduduk. Sementara di Kota Kediri, jumlah peserta mencapai 302.010 jiwa atau 99,75 persen. Capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh masyarakat telah memperoleh perlindungan melalui Program JKN.

Foto BeritaJatim.com
BPJS Kesehatan Kediri menyelenggarakan Media Gathering bertema “Mengenal Wajah Baru JKN: Lebih Informatif, Lebih Fleksibel, dan Berkelanjutan”

Sejalan dengan transformasi layanan, BPJS Kesehatan memperkenalkan sejumlah inovasi baru. Salah satunya PASTI JKN (Pantau Status Kepesertaan dan Informasi JKN) yang memudahkan peserta, khususnya PBI Jaminan Kesehatan maupun PBPU yang iurannya didaftarkan pemerintah daerah, untuk mengecek status kepesertaan secara mandiri sebelum mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, hadir pula NADI JKN (Nabung Harian untuk JKN) yang memungkinkan peserta menyisihkan dana sedikit demi sedikit setiap hari sebagai persiapan pembayaran iuran sehingga kepesertaan tetap aktif tanpa terbebani pembayaran sekaligus saat jatuh tempo.

Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, BPJS Kesehatan menghadirkan REHAB 3.0 (Rencana Pembayaran Bertahap). Program ini memberikan kemudahan pelunasan tunggakan secara bertahap sesuai kemampuan peserta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, maupun kanal penagihan iuran BPJS Kesehatan.

Transformasi digital juga diperkuat melalui Aplikasi Mobile JKN yang kini menjadi pusat berbagai layanan administrasi kepesertaan. Melalui satu aplikasi, peserta dapat mengakses kartu digital, mengubah data peserta, mengambil antrean online di fasilitas kesehatan, melakukan skrining riwayat kesehatan, memanfaatkan layanan telekonsultasi dokter, hingga membayar iuran secara praktis.

Selain Mobile JKN, masyarakat juga dapat memanfaatkan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) untuk mengurus berbagai administrasi kepesertaan secara daring. Di sejumlah wilayah, BPJS Kesehatan juga menghadirkan VIOLA (Virtual Online Assistant) sebagai kanal layanan virtual guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan administrasi JKN.

Menurut Tutus, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.

“Transformasi yang kami lakukan bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengakses layanan JKN, kepesertaan tetap aktif, dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan media, Ayu Citra, mengapresiasi penyelenggaraan Media Gathering karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kebijakan dan inovasi Program JKN.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Informasi yang kami peroleh dapat kami sampaikan kembali kepada masyarakat sehingga mereka memperoleh informasi yang benar sekaligus dapat mengantisipasi munculnya berita hoaks terkait Program JKN,” ujarnya.

Melalui Media Gathering tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Kediri berharap kolaborasi dengan insan media semakin kuat sehingga transformasi layanan JKN dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Karena JKN adalah program milik kita bersama. Mari terus bergotong royong, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah, semakin dekat, dan semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutup Tutus. [nm/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.