Seizin Megawati Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam, Tapi Kenapa Wawali Blitar Tak Hadir?
Blitar (beritajatim.com) – Langkah monumental Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam meresmikan operasional 24 jam kawasan Makam Bung Karno (MBK) untuk rakyat diwarnai catatan kritis.
Kebijakan strategis yang digulirkan atas persetujuan langsung dari putri Sang Proklamator, Megawati Soekarnoputri, justru diwarnai ketidakhadiran Wakil Wali (Wawali) Kota Blitar, Elim Tyu Samba dalam seremoni pembukaannya.
Pembukaan akses ziarah tanpa batas waktu ini digadang-gadang sebagai terobosan besar untuk memfasilitasi peziarah dari seluruh pelosok negeri sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Blitar.
Namun, saat seremoni berlangsung, tak ada sosok Elim Tyu Samba di barisan depan kepemimpinan daerah.
Absennya sang wakil dalam agenda yang sarat akan nilai historis dan ideologis tersebut memantik tanda tanya publik. Bagaimana mungkin seorang pemimpin kepala daerah tak hadir dalam acara sakral yang berkaitan dengan sang Proklamator.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan bahwa pihak panitia sebenarnya telah melayangkan undangan resmi kepada Wakil Wali Kota. Namun, yang bersangkutan memilih tidak hadir.
“Kebetulan Bu Wawali kok tidak rawuh (hadir) ya, sebenarnya diundang. Karena hari ini kebetulan acaranya bersamaan dengan tasyakuran HUT Republik Indonesia, jadi tidak hanya pembukaan 24 jam MBK saja,” ujar Rike saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (15/8/2026).
Acara yang digelar pada Malam Minggu Kliwon ini sebenarnya tak hanya soal pembukaan area makam Bung Karno saja. Kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya rutinan kegiatan mendoakan Sang Proklamator setiap Minggu Kliwon oleh Pemerintah Kota Blitar.
Ya, rencananya setiap Minggu Kliwon Pemerintah Kota Blitar akan menggelar doa bersama di makam Bung Karno sebagai langkah religi untuk mendoakan arwah sang Proklamator tepat di hari wafatnya.
Langkah ini pun mendapatkan dukungan dari seluruh forkopimda. Namun entah kenapa Wakil Wali Kota tak hadir dalan kegiatan ini. “Mungkin ada kegiatan lain,” imbuh Rike menjawab ketidak hadiran Wakil Wali Kota Blitar.
Kegiatan pembukaan Makam Bung Karno menjadi 24 jam ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Momen ini pun sebenarnya cukup sakral dan sayang untuk dilewatkan untuk sekelas pemimpin kepala daerah. [owi/suf]
Link informasi : Sumber