2.000 Kursi Single Seat Mulai Dipasang di Stadion Brawijaya, Persik Kediri Siap Sambut Super League 2026/2027
Ringkasan Berita
- Sebanyak 2.000 kursi single seat mulai dipasang di Stadion Brawijaya Kediri menjelang Super League 2026/2027.
- Sekitar 1.000 kursi dipasang di tribun VIP A dan B, sedangkan sisanya untuk tribun utama.
- Pembenahan stadion juga mencakup lapangan, pagar keliling, dan rencana penambahan lampu penerangan.
- Pemkot Kediri dan Persik Kediri bersinergi memenuhi catatan I League agar Brawijaya tetap menjadi home base Persik.
Kediri (beritajatim.com) – Pembenahan Stadion Brawijaya Kota Kediri terus dikebut menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Terbaru, sebanyak 2.000 kursi single seat tiba dan langsung mulai dipasang di stadion yang menjadi home base Persik Kediri tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Ribuan kursi tersebut tiba di Stadion Brawijaya sekitar pukul 07.00 WIB. Pemasangan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari pembenahan fasilitas stadion untuk memenuhi sejumlah catatan dan rekomendasi I League.
Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo mengatakan, sebanyak sekitar 2.000 kursi single seat telah tiba dan siap dipasang. Pekerjaan pemasangan langsung dilakukan pada hari yang sama.
“Pemasangan langsung dilakukan Sabtu ini dan dikerjakan secara bertahap,” ujar Widodo saat ditemui di Stadion Brawijaya, Sabtu (15/8/2026).
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 kursi akan dipasang di tribun VIP A dan VIP B. Sementara sisanya direncanakan ditempatkan di tribun utama.
Pemasangan single seat menjadi salah satu bagian penting dalam pembenahan Stadion Brawijaya. Fasilitas tersebut diharapkan membuat area tribun lebih tertata sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton saat menyaksikan pertandingan Persik Kediri.
Pembenahan stadion dilakukan untuk memenuhi catatan dan rekomendasi I League sekaligus mempertahankan Stadion Brawijaya sebagai home base Persik Kediri pada kompetisi musim 2026/2027 dan musim-musim berikutnya.
Sebelum pemasangan kursi, sejumlah pembenahan telah dilakukan pada sektor lapangan. Pekerjaan mencakup top dressing, pemupukan, penyiraman, hingga pemotongan rumput untuk meningkatkan kualitas permukaan lapangan.
Perawatan lapangan juga akan dilakukan secara rutin selama kompetisi berlangsung. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas lapangan agar tetap layak digunakan dalam pertandingan sepanjang musim.
Selain sektor lapangan dan tribun, pembenahan juga menyasar pagar keliling yang menjadi pembatas antara area penonton dengan lapangan. Penggantian pagar dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan catatan pembenahan stadion.
Pemerintah Kota Kediri juga menganggarkan penambahan lampu penerangan Stadion Brawijaya pada tahun ini. Penambahan tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pencahayaan stadion sehingga semakin mendukung pelaksanaan pertandingan, termasuk laga yang digelar pada malam hari.
Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartika Sari sebelumnya mengatakan pembenahan Stadion Brawijaya merupakan bentuk komitmen Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam mendukung Persik Kediri sebagai klub kebanggaan masyarakat Kota Kediri.
“Pembenahan Stadion Brawijaya ini merupakan komitmen Mbak Wali dan Pemerintah Kota Kediri untuk terus mendukung Persik Kediri. Harapannya, Stadion Brawijaya dapat menjadi home base yang nyaman dan representatif bagi Persik sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi para suporter,” ujar Endang.
Menurut Endang, pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada catatan dan rekomendasi I League. Selain fasilitas tribun, perawatan lapangan menjadi pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Sejumlah pembenahan terus kami kebut bersama dengan Persik Kediri. Sedangkan untuk perawatan lapangan akan terus secara rutin kami lakukan hingga selesainya pertandingan liga,” ungkap Endang.
Sementara itu, Direktur Utama Persik Kediri Souraiya Farina mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri, khususnya Wali Kota Vinanda Prameswati, terhadap pembenahan Stadion Brawijaya.
Menurut Farina, pemenuhan catatan I League membutuhkan sinergi antara Persik Kediri dan Pemkot Kediri sebagai pemilik stadion. Kerja sama tersebut dinilai penting agar Brawijaya tetap dapat digunakan sebagai kandang Persik dalam kompetisi musim 2026/2027.
“Kita akan memenuhi catatan yang diberikan oleh I League. Tentunya kita harus bersinergi dengan stakeholder, dalam hal ini pemilik stadion, yaitu Pemerintah Kota Kediri,” kata Farina.
Berbagai pembenahan tersebut menjadi bagian dari persiapan Stadion Brawijaya menyambut kompetisi Super League 2026/2027. Dengan pemasangan single seat, perawatan lapangan, penggantian pagar, hingga rencana penambahan lampu, stadion diharapkan semakin representatif untuk kebutuhan pertandingan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemain dan suporter.
Bagi Persik Kediri, kesiapan stadion menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan Brawijaya sebagai home base. Sementara bagi Pemkot Kediri, pembenahan fasilitas diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung perjalanan Macan Putih dalam kompetisi musim ini. [nm/suf]
Link informasi : Sumber