Bola Voli Spon hingga Catur, Warga Adu Strategi Rebut Piala Dandim 0817 Gresik
Gresik (beritajatim.com)- Semangat kompetisi mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik. Bukan sekadar pertandingan antarwarga, arena bola voli dan catur menjadi ruang adu kemampuan, strategi, sekaligus sportivitas.
Salah satu yang menarik perhatian adalah turnamen bola voli menggunakan bola spons kategori usia diatas 25 tahun. Pertandingan berlangsung dalam tiga putaran. Turnamen tersebut memperebutkan Piala Dandim 0817 Gresik.
Pertandingan berlangsung sengit karena setiap tim berupaya menjaga ritme permainan sekaligus mengamankan poin hingga babak akhir.
Dandim Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha mengatakan, olahraga dapat menjadi sarana membangun sportivitas sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Melalui lomba bola voli kita junjung sportivitas dan kerukunan antarwarga serta sinergitas TNI dengan masyarakat,” ujar Fadly, Minggu (16/8/2026).
Event Piala Piala Dandim Gresik merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan para peserta selama kompetisi.
Sementara itu, Kasdim Gresik Mayor Inf. Siari menilai, pertandingan olahraga tidak hanya berbicara mengenai menang dan kalah. Interaksi selama kompetisi justru menjadi bagian penting untuk membangun persaudaraan dan semangat kebangsaan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, jiwa nasionalisme warga terbangun dan meningkatkan tali persaudaraan antarwarga,” kata Siari.
Tak hanya bola voli, persaingan juga terjadi di papan catur. Lomba yang memperebutkan Piala Dandim 0817 Gresik, berbeda dengan bola voli yang mengandalkan kekuatan fisik dan kerja sama tim, pertandingan catur menuntut ketenangan, konsentrasi, serta kemampuan membaca langkah lawan.
Menurut Siari, kompetisi catur juga diharapkan menjadi pintu munculnya talenta-talenta baru. Bibit pecatur yang ditemukan dari pertandingan tingkat warga diharapkan dapat berkembang dan bersaing pada level yang lebih tinggi.
Menjelang HUT Kemerdekaan RI 81. Semua rangkaian membuat perayaan tidak berhenti pada seremoni. Lapangan dan arena pertandingan justru menjadi tempat warga bertemu, bertanding, dan membangun kebersamaan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. [dny/but]
Link informasi : Sumber