Kaca Bus Restu Panda Pecah Dipukul Sopir Truk di Madiun, Polisi Turun Tangan
Madiun (beritajatim.com) – Video aksi seorang pria memecahkan kaca Bus Restu Panda di wilayah Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, viral di media sosial. Pria dalam video tersebut diduga merupakan pengemudi truk yang sebelumnya terlibat perselisihan dengan sopir bus.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (15/8/2026). Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria menghantam kaca samping bagian depan kiri Bus Restu Panda hingga pecah. Kaca tersebut berada di sekitar posisi kernet.
Bus Restu Panda diketahui tengah melayani perjalanan dari Surabaya menuju Magetan. Setelah kaca pecah, bus kemudian berhenti dan kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Keduanya sudah kami amankan. Kendaraan bus dan truk, termasuk surat-suratnya, kami bawa untuk pemeriksaan. Para pengemudi maupun pihak terkait juga sudah kami mintai keterangan,” kata Andika melalui sambungan telefon, Senin (17/8/2026).
Andika menerangkan, persoalan tersebut bermula ketika Bus Restu melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di sekitar traffic light Joko Bayan, bus diduga mengambil lajur untuk mendahului kendaraan lain.
Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk bernopol AE 8002 UD. Kondisi tersebut membuat bus akhirnya berhenti. Namun, sebelum berhenti sepenuhnya, kedua kendaraan diduga sempat bersentuhan.
“Awalnya bus itu berjalan dari selatan ke utara. Setelah traffic light Joko Bayan, bus melakukan pendahuluan di lokasi yang ada marka panjang,” terangnya.
“Dari arah berlawanan ada truk yang berjalan menuju selatan. Bus kemudian berhenti, tetapi sebelumnya diduga sempat menyentuh spion atau bagian bodi truk,” sambungnya.
Persinggungan kendaraan tersebut kemudian memicu ketegangan di antara kedua pengemudi. Pengemudi truk diduga turun dari kendaraannya dan memukul kaca bagian depan kiri Bus Restu Panda hingga pecah.
Polisi sempat membawa kedua pihak ke Pos Dumpil untuk meredakan persoalan. Namun, karena ada dugaan kontak antara kendaraan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Madiun kemudian membawa bus dan truk ke kantor untuk pemeriksaan.
“Setelah ada kejadian itu, kedua pihak sempat kami arahkan ke Pos Dumpil. Karena ternyata ada sentuhan kendaraan, akhirnya kami amankan dua-duanya untuk memastikan persoalannya,” ujar Andika.
Hingga kini, polisi masih mengupayakan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa memperpanjang konflik. Kedua pengemudi bersama pihak yang mewakili PO Restu dan pengelola truk telah dipertemukan dalam proses mediasi di Polres Madiun.
“Kami sedang mempertemukan kedua belah pihak. Harapannya, persoalan ini bisa dipahami bersama dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” katanya.
Andika mengingatkan pengendara agar tidak mengambil tindakan emosional saat menghadapi persoalan di jalan. Menurutnya, perselisihan kecil di jalan dapat menjadi masalah lebih besar apabila tidak disikapi dengan kepala dingin.
“Kami berharap masyarakat yang berkendara bisa lebih menahan diri. Kalau ada persoalan di jalan, sebaiknya diselesaikan dengan baik dan tetap mengedepankan aturan lalu lintas,” pungkasnya. [rbr/suf]
Link informasi : Sumber