Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bhayangkara FC Batasi Latihan Outdoor
Jakarta (beritajatim.com) – Aktivitas Gunung Anak Krakatau turut memengaruhi aktivitas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Abu vulkanik dari erupsi yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam dilaporkan mencapai wilayah Bandar Lampung, tempat skuad The Guardian of Saburai menjalani aktivitas tim.
Kondisi tersebut membuat Bhayangkara harus mengambil langkah antisipasi, khususnya dalam menjalankan program latihan di ruang terbuka. Meski pada Minggu (6/9/2026) pagi kondisi abu vulkanik disebut mulai membaik, sisa debu masih ditemukan di sejumlah area.
Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, mengatakan bahwa abu vulkanik secara kasat mata sudah jauh berkurang. Namun, debu dan material vulkanik yang tersisa masih dapat dirasakan di jalan maupun lapangan latihan.
“Pada Minggu pagi terlihat membaik, abu vulkaniknya sudah tidak kasat mata ataupun tidak turun lagi. Namun, sisa-sisa debunya masih terasa di lapangan,” ujar Khairi.
Situasi tersebut menjadi perhatian tim medis karena paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Karena itu, pemain dan ofisial mendapatkan edukasi untuk mengurangi risiko selama beraktivitas di luar ruangan.
Tim medis bersama manajemen mengimbau seluruh anggota tim menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika berada di area yang masih terdampak debu vulkanik.
Menurut Khairi, paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
Risiko tersebut juga membuat tim pelatih melakukan perubahan terhadap pola latihan Bhayangkara setelah pertandingan. Sesi latihan outdoor tidak diberikan dalam durasi dan intensitas seperti biasanya.
“Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih mensiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik,” jelas Khairi.
Setelah sesi di dalam ruangan, pemain tetap menjalani latihan di lapangan terbuka. Namun, porsinya dipangkas dan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik.
“Ketika berada di lapangan outdoor, porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan (recovery training) dan sirkulasi ringan seperti jogging serta pergerakan simpel tanpa memakan waktu lama,” lanjutnya. (faw/aje)
Link informasi : Sumber