Lolos ke Grand Final The Genius Math League 2026, Tiga Finalis Surabaya Buktikan Usia Bukan Batasan

0

Ringkasan Berita

* Sebanyak tiga peserta dengan rentang usia beragam Ethan Mark Jusuf (11 tahun), Geofrey Alexander Chandra (12 tahun), dan Mohammad Rozi Badrus (22 tahun), berhasil lolos dari babak Regional Offline Competition The Genius Math League 2026 di UPH Surabaya pada Sabtu (5/9/2026).

* Ajang yang diselenggarakan oleh TechConnect dalam rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026 ini membuktikan bahwa keahlian matematika serta kemampuan berpikir kritis tidak terbatas pada usia maupun jenjang pendidikan formal.

* Ketiga finalis asal Surabaya tersebut selanjutnya akan melaju ke babak Grand Final pada 23–24 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp1 miliar.

————————————————————————

Surabaya (beritajatim.com) — Babak Regional Offline Competition The Genius Math League 2026 yang berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya berhasil meloloskan tiga peserta terbaik menuju babak Grand Final. Menariknya, ketiga finalis berasal dari rentang usia dan jenjang pendidikan yang sangat beragam, yakni 11 tahun, 12 tahun, dan 22 tahun.

Ketiga finalis yang menyisihkan 83 pesaing lainnya di regional Surabaya tersebut adalah Ethan Mark Jusuf (11), siswa kelas 6 SD Kristen Elyon Surabaya; Geofrey Alexander Chandra (12), siswa kelas 7 SMP Kristen Petra 3 Surabaya; serta Mohammad Rozi Badrus (22), mahasiswa S1 Tadris Matematika UIN Malang.

Meski terpaut usia cukup jauh, ketiganya mengantongi rekam jejak prestasi yang kuat. Ethan merupakan peraih Gold Medal PMWC 2026, Geofrey menduduki Peringkat 4 OSN Tingkat Kota 2025, dan Rozi adalah peraih Medali Perak OSN SMP sekaligus Gold Medal OASE PTKI II 2023.

Peserta termuda, Ethan Mark Jusuf, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelolosan ini meski harus bersaing dengan peserta yang jauh lebih senior.

“Saya sangat senang bisa melangkah ke babak selanjutnya. Walaupun harus berhadapan dengan peserta yang lebih tua dan sudah mahasiswa, saya berusaha tetap fokus pada strategi pemecahan masalah dan ketepatan waktu,” ujar Ethan usai pengumuman kelolosan.

Sementara itu, Mohammad Rozi Badrus menilai format kompetisi ini memberikan pengalaman baru yang menantang karena meruntuhkan sekat jenjang pendidikan.

“Di ajang ini, latar belakang akademik bukan jaminan mutlak. Yang diuji adalah seberapa cepat dan tenang kita mengambil keputusan di bawah tekanan. Ini tantangan baru yang sangat menarik bagi saya,” tutur Rozi.

Ajang yang diselenggarakan oleh TechConnect sebagai bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026 ini dirancang untuk menguji kecepatan, ketepatan, fokus, serta kemampuan problem-solving. Perwakilan penyelenggara menegaskan bahwa kompetisi ini sengaja dirancang untuk memberi ruang setara bagi seluruh potensi bangsa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan matematika tidak selalu berjalan seiring dengan usia atau jenjang pendidikan. Melalui The Genius Math League, Sinar Mas berkomitmen mendukung talenta Indonesia untuk berani menguji batas kemampuan mereka,” jelas perwakilan penyelenggara TechConnect.

Ketiga perwakilan Surabaya tersebut akan bertanding melawan para finalis dari regional lain pada babak Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp1 miliar.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.