Rey, Atlet Ju-Jitsu Kediri Usia 14 Tahun Koleksi Enam Medali dan Bidik Emas Porprov 2029

0

Ringkasan Berita

Abner Reynard Rindakan alias Rey mengoleksi tiga medali emas dan tiga perak sejak 2024.

Atlet Ju-Jitsu berusia 14 tahun itu kini duduk di bangku kelas 9.

Rey menilai disiplin dan belajar dari kesalahan menjadi kunci keberhasilan seorang atlet.

Ia membidik medali emas saat tampil pada Porprov 2029.

Kediri (beritajatim.com) – Usia 14 tahun tak menghalangi Abner Reynard Rindakan menorehkan prestasi di dunia seni bela diri asal Jepang, Ju-Jitsu. Remaja yang akrab disapa Rey itu telah mengoleksi tiga medali emas dan tiga medali perak sejak mulai menekuni olahraga tersebut pada akhir 2024.

Bagi Rey, Ju-Jitsu bukan sekadar arena untuk mengejar medali. Olahraga tersebut menjadi salah satu cara untuk membanggakan kedua orang tuanya sekaligus membentuk karakter dan mentalnya sebagai seorang atlet.

Ada alasan lain yang membuat siswa kelas 9 tersebut jatuh hati pada Ju-Jitsu. Menurut Rey, bela diri ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan strategi, kelincahan, ketenangan, serta kemampuan membaca situasi saat menghadapi lawan.

“Yang menarik dari jujitsu bagi saya adalah tekniknya yang mengandalkan strategi dan kelincahan, bukan hanya kekuatan. Melalui jujitsu saya belajar disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah,” terang Rey, Rabu (9/9/2026).

Belajar Tenang Saat Tertekan

Selama mengikuti berbagai pertandingan, Rey menemukan bahwa tantangan terbesar justru muncul ketika dirinya berada dalam posisi tertekan.

Salah satu situasi yang paling diingatnya adalah ketika berada di bawah dan mendapat kuncian dari lawan. Dalam kondisi tersebut, tenaga terkuras dan konsentrasi sempat hilang.

“Jujur paling susah pas di bawah, terus dikunci sama lawan. Nafas udah kehabisan, otak blank. Tapi saya maksa buat diem dulu, tarik nafas, baru cari jalan buat lepas. Capek sih, tapi seru,” ungkapnya.

Pengalaman menghadapi situasi sulit tersebut menjadi bagian dari proses Rey berkembang sebagai atlet. Ia belajar bahwa kemampuan mengendalikan diri sama pentingnya dengan teknik ketika berada di atas arena.

Perlahan, latihan dan pengalaman bertanding mulai membuahkan hasil. Pada KJMO (Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto Open) 2024, Rey berhasil meraih medali perak.

Prestasinya kemudian berlanjut pada sejumlah kejuaraan sepanjang 2026. Dalam Ngawi Championship 2026, ia membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak.

Sementara pada KEJURDA Gresik 2026, Rey berhasil meraih dua medali emas. Sebelumnya, ia juga mencatatkan prestasi dengan mengamankan dua medali perak pada kejuaraan lainnya sepanjang 2026.

Persaingan Makin Ketat

Dari berbagai pertandingan yang diikutinya, Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Timur 2026 menjadi salah satu pengalaman paling sulit bagi Rey. Kejuaraan yang berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Gresik, pada 29-30 Agustus 2026 itu mempertemukannya dengan persaingan yang lebih ketat.

Rey menyebut kualitas lawan dalam kejuaraan tersebut berada di atas beberapa pertandingan sebelumnya. Mayoritas lawan yang dihadapinya juga berasal dari Surabaya.

Namun, pengalaman menghadapi lawan yang lebih tangguh tidak membuatnya ingin berhenti. Justru dari pertandingan tersebut Rey mendapat bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangannya.

Bagi Rey, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Konsistensi latihan, kemauan mendengarkan arahan pelatih, dan kemampuan bangkit setelah mengalami kekalahan menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.

“Menurut saya kunci keberhasilan itu disiplin dan mau belajar dari kesalahan. Latian rutin, dengerin pelatih, terus kalau posisi kalah tidak mudah menyerah, dan jangan lupa berdoa,” ujarnya.

Bidik Emas Porprov 2029

Perjalanan Rey di Ju-Jitsu masih panjang. Ia menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi pertandingan dengan level persaingan yang lebih tinggi.

Karena itu, evaluasi menjadi bagian dari persiapannya. Rey bertekad meningkatkan kualitas latihan, memperbaiki teknik yang masih lemah, serta mempersiapkan mental agar lebih siap menghadapi lawan dengan kemampuan berbeda-beda.

Target jangka panjangnya pun sudah ditetapkan. Rey ingin mendapat kesempatan tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029 dan membawa pulang medali emas.

“Harapan saya bisa main di Porprov 2029 dan dapat medali emas,” tandasnya.

Target tersebut menjadi motivasi baru bagi Rey untuk terus berlatih. Enam medali yang telah dikoleksinya sejak mulai menekuni Ju-Jitsu menjadi modal pengalaman, sementara tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus berkembang sebelum memasuki level kompetisi yang lebih tinggi. [nm/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.