Warganet Sebut Jalanan Surabaya Rasa Jepang tapi Hawa Rasa Afrika

0

Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan damai masyarakat Surabaya yang menyebut jika jalanan Kota Pahlawan bagai di Jepang, tetapi udaranya serasa sedang ada di Afrika. Lantas apa maksudnya?

Jadi, warga tampak senang melihat Bunga Tabebuya yang bermekaran di sepanjang jalan Surabaya. Tampak ada beragam warna bunga Tabebuya, mulai dari merah muda, magenta, putih, hingga kuning yang semuanya tampak indah bak di Negeri Sakura.

Bunga Tabebuya sendiri banyak ditemukan di sepanjang jalan protokol di Surabaya, seperti Jalan Raya A.Yani, Raya Diponegoro, Raya Darmo, dan beberapa lokasi lainnya.

Warga Surabaya dan sekitarnya pun sering memanfaatkan momen ini untuk berfoto dan menikmati suasana yang menyerupai musim semi di negara-negara lain.

Adapun biasanya, bunga ini mekar menjelang datangnya musim hujan, yakni sekitar bulan Oktober hingga Desember.

Namun sayangnya, keindahan tersebut dirasa terganggu dengan hawa atau udara Kota Pahlawan yang sangat panas. Bahkan menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, prakiraan cuaca dan suhu di Surabaya belakangan cerah dan terik.

Adapun disebutkan suhu di wilayah ini bisa mencapai angka 36 derajat celcius, dan tingkat kelembapannya berkisar 38-84 persen. Sedangkan untuk kecepatan angin sekitar 40.1 km/jam.

Tak ayal jika masyarakat pun menggambarkannya seperti sedang berada di Afrika yang suhunya panas menyengat. Seperti konten yang diunggah oleh akun (et) aslisuroboyo.

Warganet pun tampaknya setuju dengan narasi yang dibuat tersebut.

“Jepang versi summer,” ujar (et) fero***.

“Yo ngene iki lak gurun sahara gawe kostum Jepang,” tulis (et) dimss***. (fyi/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.