Sydney Kian Memikat Tokoh Indonesia: Dari Hub Bisnis Global Hingga Jembatan Investasi Dua Negara

0

Ringkasan Berita

* Sydney terus memperkuat kedudukannya sebagai pusat ekonomi dan investasi global yang menghubungkan pelaku usaha serta tokoh berpengaruh asal Indonesia.

* Kunjungan sejumlah tokoh nasional seperti Sandiaga Uno, Mari Elka Pangestu, dan Joe Taslim menegaskan daya tarik Sydney yang tidak hanya menawarkan gaya hidup, melainkan juga ekosistem bisnis dan konektivitas internasional yang solid.

* Kinerja positif ini turut tecermin pada One Global Resorts Green Square milik One Global Capital yang mencatatkan tingkat okupansi 95,07% pada semester pertama 2026, memperkuat peran Sydney sebagai jembatan strategis hubungan ekonomi dan people-to-people connection antara Indonesia dan Australia.

—————————————————————————

Surabaya (beritajatim.com) — Kota terbesar di Australia, Sydney, makin mempertegas posisinya bukan sekadar destinasi wisata kosmopolitan, melainkan sebagai pusat bertemunya modal, talenta, dan gagasan global. Daya tarik ini kian terbukti menyusul gelombang kunjungan sejumlah tokoh terkemuka Indonesia dari sektor bisnis, pemerintahan, ekonomi, hingga industri kreatif sepanjang bulan September.

Rangkaian kunjungan tersebut mempertegas eratnya hubungan ekonomi dan personal antara Indonesia dan Australia. Salah satu agenda utama diwarnai oleh kedatangan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, yang hadir bersama delegasi Surabaya Business Forum dalam ajang Sydney Business Insights & Mini Marathon. Selain itu, hadir pula mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Managing Director World Bank, Mari Elka Pangestu, serta aktor laga internasional Joe Taslim.

Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, menilai kehadiran para tokoh lintas sektor ini mencerminkan dinamika Sydney yang terus berkembang sebagai ruang strategis bagi masyarakat Indonesia yang berorientasi bisnis global.

“Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang,” ujar Iwan Sunito.

Menurut Iwan, ketertarikan investor saat ini tidak lagi terbatas pada sektor properti atau aset tunggal, melainkan pada ekosistem kota secara menyeluruh—mulai dari infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, hingga lingkungan bisnis.

“Investor saat ini tidak hanya melihat sebuah aset. Mereka juga melihat kotanya. Apakah kota tersebut memiliki konektivitas? Apakah ekonominya berkembang? Semua itu menjadi bagian dari value sebuah investasi,” tegasnya.

Tinggi dan dinamisnya mobilitas ke Sydney turut berdampak positif pada industri hospitality. Properti milik One Global Capital, One Global Resorts Green Square, mencatatkan kinerja impresif sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 dengan rata-rata tingkat okupansi mencapai 95,07% dan gross income sekitar AU$10,8 juta. Hotel bintang lima ini juga berhasil meraih penghargaan Travelers’ Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan menempati urutan ke-11 dari 195 hotel di Sydney.

Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang sukses berkarier di Australia, Iwan memandang hubungan kedua negara memiliki potensi besar yang melampaui transaksi perdagangan semata. Kunjungan para tokoh dan pelaku usaha tanah air menjadi fondasi penting dalam memperkuat jaringan people-to-people connection.

“Pasar bisa naik-turun dan kondisi ekonomi bisa berubah. Namun, kota yang memiliki fundamental kuat akan terus beradaptasi. Sydney memiliki ekosistem yang membuat orang ingin kembali—tidak hanya untuk melihat, tetapi untuk menjadi bagian dari kota ini,” pungkas Iwan.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.