Batal Digelar Di Stadion Brawijaya, Derbi Panas Persik Kediri VS Persis Solo Cari Stadion Pengganti
Jatimpedia.co| 13 Desember 2025. Kediri – Pertandingan sengit antara Persik Kediri melawan Persis Solo yang dijadwalkan pada 27 Desember 2025 resmi batal digelar di markas kandang Stadion Brawijaya Kediri. Duel panas ini, yang begitu dinantikan oleh ribuan suporter Persik Kediri , seharusnya menjadi puncak klimaks penutup musim kompetisi Liga 1 akhir tahun.
Namun, harapan itu pupus seketika karena Rakor PSSI tidak menerbitkan rekomendasi keamanan yang krusial untuk kelancaran pertandingan, Keputusan ini bukanlah langkah impulsif, melainkan hasil evaluasi mendalam dari pihak kepolisian, Laporan intelijen mengindikasikan potensi munculnya insiden bentrokan antar-suporter, yang kerap menjadi momok dalam laga-laga derby Panas.
Polres Kediri Kota, sebagai penanggung jawab utama pengamanan, mengambil sikap tegas demi menjaga keselamatan publik dan kelancaran pertandingan. “Keamanan adalah prioritas utama. Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya demi hiburan sepak bola,” ujar sumber dari kepolisian setempat, meski secara resmi belum ada pernyataan rinci.
Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri tampak kebingungan menghadapi situasi ini. Saat dikonfirmasi, salah satu perwakilan Panpel hanya bisa bergurau getir dengan kalimat khas Jawa, “Opo jarene Kapolres,” yang intinya menyerahkan sepenuhnya pada arahan Kapolres Kediri Kota, Pernyataan ini mencerminkan ketergantungan penuh pada rekomendasi aparat penegak hukum, di mana tanpa cap persetujuan keamanan, Stadion Brawijaya—dengan kapasitas 18 ribu penontonnya—tak layak digunakan, Ketika ditanya opsi stadion pengganti, Widodo , Panpel Persik Kediri, tampil tenang namun misterius. “Sabar dulu,” jawabnya singkat saat ditemui usai latihan.
Respons ini memicu spekulasi di kalangan fans, Apakah pertandingan akan dipindah ke Stadion Manahan Solo sebagai tuan rumah netral? Atau mungkin ke Stadion Joko Samudro Gresok , yang pernah menjadi cadangan? Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau PSSI mengenai venue alternatif maupun jadwal ulang, Batalnya laga tuan rumah ini berdampak luas bagi Persik Kediri, yang sedang berjuang naik peringkat klasemen.
Suporter kecewa berat, karena momen ini diharapkan jadi pesta akhir tahun sebelum libur panjang. Di sisi lain, keputusan ini patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen zero tolerance terhadap kekerasan suporter. Sejarah kelam seperti kerusuhan di laga sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Kini, semua pihak berharap solusi cepat muncul agar sepak bola tetap bergulir aman dan fair play.
Kondisi ini juga mengingatkan pentingnya sinergi antara klub, suporter, dan kepolisian. Persik Kediri bisa memanfaatkan momentum ini untuk introspeksi, memperkuat koordinasi dengan ultras seperti Cyberxtreme dan suporter lainya agar aksi mereka tetap damai. Bagi Persis Solo, ini peluang emas tampil tanpa tekanan kandang lawan. Semoga batalnya pertandingan ini justru menjadi titik balik menuju sepak bola Indonesia yang lebih matang dan aman. (red)