Harga Komoditas Pokok di Lamongan Merangkak Naik Jelang Nataru

0

Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Natal 2024 dan momen pergantian tahun, harga sejumlah komoditas pokok di pasar tradisional di Kabupaten Lamongan mengalami lonjakan.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga secara signifikan antara lain telur ayam ras, bawang merah maupun bawang putih, cabai hingga tomat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Sidoharjo Lamongan, harga telur ayam ras mengalami kenaikan hingga Rp4.000 per kilogram.

Salah satu pedagang telur, Soni, mengatakan kenaikan harga terjadi di semua kategori. Mulai dari kategori paling rendah, yakni telur yang kulitnya retak, sebelumnya berada di kisaran Rp22.500 per kilogram, kini menyentuh Rp25 ribu per kilogram.

“Untuk telur kualitas super sebelumnya Rp26 ribu, kini naik menjadi Rp30 ribu per kilonya. Kalau yang kualitasnya sedikit di bawahnya, atau biasa disebut dengan telur merah, sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp29 ribu,” kaya Soni, Rabu (11/12/2024).

Menurut Soni, kenaikan harga telur sudah berlangsung sekitar sepekan belakangan. Tapi Soni tidak tahu secara pasti penyebab melonjaknya harga telur.

“Naiknya biasanya ya mungkin karena stok berkurang, terus menjelang Natal dan tahun baru juga,” ujarnya.

Meski harga melonjak, kata Soni, pasokan telur yang diterima masih normal seperti biasa. Hanya saja, pembeli banyak yang terkejut dengan kenaikan harga telur yang terbilang signifikan.

“Kalau pembeli ya kaget. Kok harganya jadi mahal, gitu,” ucap Soni.

Tingginya harga telur membuat konsumen kini tak sedikit yang beralih membeli telur yang kondisi kulitnya pecah. Seperti yang dilakukan Wiwin, seorang ibu rumah tangga.

“Beli yang pecah karena harganya masih terjangkau,” kata Wiwin.

Selain telur, beberapa komoditas lain yang menhalami lonjakan harga menjelang Nataru, antara lain bawang putih yang sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, kini harganya menyentuh Rp40 ribu.

Kemudian bawang merah sebelumnya Rp25 ribu kini Rp30 ribu per kilogram. Cabai merah sebelumnya Rp16 ribu kini Rp22 ribu, sementara tomat sebelumnya Rp10 ribu kini Rp15 ribu per kilogram.

“Kalau harga naik, itu sudah seminggu yang lalu,” ujar Sutri.

Sementara itu, untuk mengendalikan inflasi jelang perayaan Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, beberapa hari lalu Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar high level meeting (HLM).

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pihaknya akan terus berupaya menekan lonjakan harga dengan menggencarkan strategi jangka pendek dan jangka panjang.

Strategi jangka pendek yakni dengan menggelar operasi pasar murah oleh Dinasperindag Kabupaten Lamongan dan gerakan pangan murah oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Hal tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan biaya pembelian masyarakat.

Sedangkan strategi jangka panjang yakni dengan menerapkan program menanam kebutuhan makanan seperti sayur di pekarangan terpadu. Juga memperjuangkan berhasilnya panen raya.

“Seluruh OPD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersinergi untuk melaksanakan strategi pengendalian inflasi di Kabupaten Lamongan. Selain itu kami juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi maupun pusat,” kata Buoatinyang akrab disapa Pak Yes itu. [fak/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.