Intip Keseruan Guru dan Siswa SDN Bulutengger Perankan Kadet Soewoko Melawan Tentara Belanda di Lamongan

0

Lamongan (beritajatim.com) Beragam kegiatan digelar untuk memperingati Hari Pahlawan. Tak terkecuali guru dan siswa SD Negeri Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Dalam memperingati Hari Pahlawan mereka menggelar sebuah drama kolosal yang seru.

Drama kolosal kali ini menceritakan perjuangan Kadet Soewoko saat melawan Tentara Belanda di Lamongan. Pementasan digelar setelah kegiatan upacara bendera Senin (11/11/2024).

Nuansa perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan begitu terasa. Mereka tampak antusias mengenakan kostum ala zaman perjuangan. Para guru dan siswa memainkan perannya masing-masing dengan antusias.

Ada yang berperan sebagai pejuang kemerdekaan, rakyat jelata dan ada yang memainkan peran sebagai serdadu Belanda yang menjajah Indonesia.

Dalam kisah drama kolosal ini diceritakan betapa gigih dan beraninya pertempuran pejuang dan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Satu hal yang menarik adalah gambaran kisah heroik pejuang-pejuang Lamongan yang dipimpin Kadet Soewoko, sebagai bagian dukungan pejuang yang bertempur di Surabaya.

Keseruan terlihat ketika memasuki adegan pertempuran untuk melawan penjajah. Para siswa begitu ceria dalam menjalankan perannya. Ada yang terkapar tekena peluru dan harus mendapatkan perawatan. Ada juga yang dengan gigih melawan tentara Belanda.

Suasana semakin riuh ketika para pejuang berhasil menaklukkan para penjajah. Mereka merayakannya dengan penuh suka cita.

“Kami menampilkan drama teatrikal perjuangan 10 November, kita gabungkan dengan perjuangan Kadet Soewoko di Kabupaten Lamongan, ketika berjuang membebaskan Kabupaten Lamongan dari penjajahan Belanda,” kata Kepala SD Negeri Bulutengger, Munif Anwar.

Munif berharap kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pahlawan tersebut dapat meningkatkan jiwa nasionalisme serta memotivasi siswa agar lebih gigih dalam belajar.

“Harapannya para siswa mengerti bahwa perjuangan itu berat, penuh pengorbanan. Jadi ketika anak-anak itu di sekolah, nantinya juga mengerti bahwa di sekolah itu tidak hanya bermain, tapi juga harus belajar. Jadi meningkatkan anak untuk lebih disiplin dalam belajar, karena apa yang dicita-citakan akan bisa tercapai,” ucapnya. [fak/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.