Kejurprov Muaythai Jatim Bukan Sekadar Kejuaraan
Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur, Baso Juherman, mengungkapkan bahwa Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jawa Timur digelar tidak hanya sebagai kegiatan positif, tetapi juga sebagai ajang mencari bibit atlet baru. Atlet-atlet potensial ini akan dibina di berbagai pencab kota dan kabupaten.
Menurut Baso, ajang ini mempermudah Pengprov MI Jatim dalam menjaring atlet berbakat yang dapat dipromosikan ke Pusat Latihan Daerah (Puslatda). “Nanti, juara-juara di semua kelas punya kesempatan untuk masuk Puslatda. Kami akan lakukan seleksi untuk menentukan kelayakan mereka. Karena kita berlakukan promosi-degradasi. Tapi yang pasti, kami menginginkan jumlah atlet Puslatda meningkat jadi 300 persen, sehingga nanti ada tiga atlet di setiap kelasnya,” ujar Baso.
Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah atlet di Puslatda akan menciptakan persaingan yang lebih ketat. Dari persaingan tersebut, akan dipilih atlet terbaik yang akan mewakili Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Saya melihat selama kejurprov ini, potensi atlet Jawa Timur sangat besar. Namun, pengurus-pengurus kabupaten/kota perlu lebih fokus dalam melatih teknik muaythai para atlet. Karena banyak dari mereka yang tekniknya masih dipengaruhi oleh bela diri lain, khususnya pencak silat,” pungkasnya.
Sebelumnya, diketahui sebanyak 184 atlet Muaythai berpartisipasi dalam Kejuarprov Muaythai Jawa Timur yang resmi dibuka pada Jumat (20/12/2024) di GOR Hayam Wuruk, Kodam V/Brawijaya, Surabaya. Kejuaraan bertajuk “The Champion Piala Pangdam V/Brawijaya” ini mempertandingkan dua kategori utama, yaitu seni dan fight. Pada kategori seni terdapat empat nomor, sedangkan pada fight terdapat 20 nomor yang dipertandingkan. [way/but]
Link informasi : Sumber