Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur
Flores Timur (beritajatim.com_– Dalam upaya membantu keluarga korban erupsi Gunung Lewotobi, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyalurkan santunan kepada delapan dari sembilan ahli waris korban meninggal pada Rabu, 6 November 2024 kemarin.
Santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap keluarga terdampak erupsi di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wamensos Agus juga mengunjungi beberapa korban luka akibat erupsi tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez,
“Semoga bantuan ini dapat membantu proses pemulihan dan mendorong para korban untuk kembali beraktivitas,” ucapnya kepada para korban yang masih dalam perawatan medis,” jelasnya.
Untuk setiap ahli waris korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp15 juta. Sedangkan bagi korban luka berat, setiap orang menerima santunan senilai Rp5 juta. Hingga saat ini, satu ahli waris atas nama Yohanes Witin masih dalam proses pencarian oleh tim Kementerian Sosial, agar bantuan bisa segera diserahkan.
Wamensos menyerahkan langsung santunan senilai Rp90 juta kepada ibu Agnes Sulajar, ahli waris dari enam korban meninggal yang masih satu keluarga. Kepergian enam anggota keluarganya ini terjadi saat erupsi mendadak terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, ketika Agnes tengah membuat susu untuk anaknya. Suara gemuruh dan lontaran batu panas membuatnya segera menyelamatkan diri bersama anak-anak, namun sayangnya, orang tua dan empat saudaranya tidak sempat menyelamatkan diri.
Agnes dan keluarganya tinggal di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, yang berjarak sekitar 3,6 kilometer dari puncak Gunung Lewotobi. Kenangan peristiwa itu masih membekas kuat dalam dirinya, terutama kehilangan yang begitu mendadak di tengah malam.
Selain menyerahkan santunan, Wamensos juga menyempatkan diri mengunjungi para pengungsi di Desa Lewolaga, memberikan dukungan moral, dan mengingatkan bahwa pemerintah selalu siap mendampingi dalam situasi apapun. Dalam suasana penuh keprihatinan, Wamensos memberikan pesan agar para pengungsi saling menguatkan dalam menghadapi cobaan ini.
Di RSUD dr. Hendrikus Fernandez, empat korban yang masih menjalani perawatan menerima santunan dari Kemensos. Salah satu korban yang dikunjungi adalah Niklous Napamare (94), yang mengalami luka bakar di kaki akibat terkena batu panas. Putrinya, Lusia Linumare, menceritakan bahwa keluarganya sedang berusaha keluar dari rumah saat ibu Niklous, Yosefena Walikedang, terkena batu panas dan meninggal dunia.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memastikan bahwa seluruh kebutuhan korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi, termasuk ahli waris dan para pengungsi, terpenuhi. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mereka kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah tragedi yang memilukan ini. [aje]
Link informasi : Sumber