Lestarikan Tradisi, Desa Tlemang Gelar Mendhak Sanggring
Lamongan (beritajatim.com) – Masyarakat Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, tetap melestarikan tradisi Mendhak Sanggring sebagai bentuk ruwatan atau syukuran.
Mendhak Sanggring merupakan upacara adat yang diwariskan secara turun temurun sejak ribuan tahun lalu. Upacara tersebut sebagai bentuk peringatan tahunan atas diwisudanya sang leluhur, Ki Buyut Terik oleh Sunan Giri keempat sebagai pemimpin di Desa Tlemang.
Mendhak Sanggring dilaksanakan setiap tanggal 24-27 Jumadil Awal Tahun Hijriyah, dengan menyajikan beragam makanan khas Sanggring berupa ayam dan kuah, serta dibalut dengan iringan musik karawitan. Ayam kampung yang disembelih sebanyak 156 ekor.
Salah satu keunikan dalam prosesi Mendhak Sanggring ini, seluruh makanan yang dihidangkan hanya diolah oleh kaum pria, tanpa melibatkan satu pun perempuan.
Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono menjelaskan bahwa yang memasak seluruh hidangan diharuskan kaum pria, karena tidak punya hadas. “Sehingga tradisi yang suci ini makanannya yang masak bapak-bapak,” kata Aris, di sela prosesi Mendhak Sanggring, Jumat (29/11/2024).
Menurut Aris, ritual adat ini setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Desa Tlemang bertepatan dengan acara sedekah bumi sebagai rasa syukur setelah panen raya. “Masyarakat semakin antusias dan semangat untuk melestarikannya setelah mendapat pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir langsung dalam upacara tersebut, mengatakan dengan diakuinya Mendak Sanggring sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, maka budaya tersebut harus terus dilestarikan.
Dengan adanya warisan budaya tak berbenda itu, maka Desa Tlemang bisa menjadi desa wisata. “Tradisi ini juga menandakan bahwa Desa Tlemang ini kaya budaya,” kata Yuhronur.
Dengan potensi kebudayaan yang dimiliki, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu pun berkeinginan untuk menjadikan Desa Tlemang menjadi desa wisata. “Dengan menjadi desa wisata, kami berharap pendapatan masyarakat bisa semakin meningkat, sehingga kesejahteraan bisa tercapai,” ujarnya.
Menyambung pernyataan Pak Yes, Kades Aris mengungkapkan pihaknya bermaksud menjadikan desanya menjadi desa agrowisata dan wisata religi. “Karena potensi geografis Desa Tlemang yang memiliki kesuburan tanah sehingga berpotensi sebagai agrowisata. Lokasi Desa Tlemang juga sangat mendukung karena ada di puncak bukit,” tutur Aris. (fak/kun)
Link informasi : Sumber