Monitoring Target Pembangunan Koperasi Merah Putih signifikan, Dandim 0809 Apresiasi Kelancaran Pembangunan
Jatimpedia.co| 6 Februari 2026. Kediri – Dandim 0809/Kediri Turun Langsung Pantau Progres Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Wujudkan Nawacita Presiden PrabowoKediri, 6 Februari 2026 – Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., melaksanakan monitoring intensif terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah lokasi Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menegaskan peran TNI sebagai garda terdepan dalam mendukung Program Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pemberdayaan ekonomi desa melalui koperasi mandiri.Kunjungan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dengan rombongan Dandim menyasar Desa Janti, Kec Wates, Desa RembangKepuh Kec Ngadiluwih, Desa Sidomulyo Kec Wates.yang sudah 100% selesai pengerjaan bangunan.

serta dalam laporan lainya dengan progres pembangunan lebih dari 80% antara lain meliputi desa Rejomulyo Kec Kras, Desa Karangtalun Kec Kras, Desa Peh Kulon, Kec Papar, Desa Pranggang Kec Plosoklaten, Desa Ngadiluwih Kec Ngadiluwih, Desa Wonorejo Kec ngadiluwih yang pembangunanya sesuai jadwal dan target.
Di lapangan, progres konstruksi terlihat signifikan. Di beberapa kecamtan wates bangunan kantor koperasi sudah 100 persen selesai,. Gudang penyimpanan di Desa Pleman mampu menampung hingga 50 ton hasil panen, “KDMP ini dirancang sebagai pusat pemberdayaan desa yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga UMKM lokal,” jelas Dandim Dhavid Nur Hadiansyah.
“Kami akan terus mengawal dan mengawasi bagaimana Program Strategis Nasional ini dapat berjalan sesuai dengan target” ujar Dandim Dhavid saat berbincang dengan awak media. Program KDMP merupakan inisiatif unggulan Kabinet Merah Putih yang diluncurkan akhir 2025, selaras dengan Nawacita kedua Presiden Prabowo yang menargetkan swasembada pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Koperasi ini dirancang multifungsi: bukan hanya jual-beli, tapi pusat integrasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Setiap KDMP sediakan akses kredit murah via KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan bunga rendah, literasi digital untuk e-commerce, serta jaringan pemasaran nasional. Di tingkat nasional, program ini jangkau 15.000 desa dengan anggaran APBN Rp 5 triliun, dan Jawa Timur sebagai provinsi prioritas dengan 80 persen desa terlibat.Kabupaten Kediri, sentra pertanian Jawa Timur dengan produksi padi 1,2 juta ton per tahun, tebu 800 ribu ton, serta hortikultura seperti cabai dan tomat, jadi lahan subur bagi KDMP.
Sebelum program ini, petani sering rugi karena fluktuasi harga dan dominasi tengkulak. Kini, KDMP serap langsung produk lokal, “Dalam monitoring, Dandim Dhavid tak hanya lihat fisik tapi juga aspek operasional. Ia instruksikan pelatihan pengelola koperasi yang bekerja sama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kediri serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana apresiasi: “Sinergi TNI-AD dan Pemkab perluas KDMP ke 268 desa tahun ini, target 80 persen dari 335 desa operasional akhir 2026.“Proyeksi dampak KDMP di Kediri luar biasa. Diprediksi serap 20 ribu ton produk per tahun, ciptakan 5.000 lapangan kerja, dan tekan kemiskinan desa dari 12 persen jadi 9,2 persen dalam dua tahun. Secara nasional, kontribusi ke PDB desa secara nyata, Dandim Dhavid komitmen evaluasi bulanan: “Setiap rupiah APBN harus berdampak. Monitoring seperti ini lanjut, kawal hingga KDMP jadi tulang punggung Indonesia Emas 2045.”
Pembangunan KDMP di Kediri jadi model sinergi pemerintah pusat, daerah, dan TNI. Dengan pantauan ketat Dandim 0809/Kediri, visi Presiden Prabowo kian terwujud, bawa kesejahteraan ke pelosok desa.(red)