Pelayanan Kesehatan Masuk 9 Program Prioritas Abah Anton di Pilwali Kota Malang
Malang (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Malang, Moch Anton mempunyai 9 program prioritas dalam Pilwali Kota Malang. Program ini akan menjadi bekal dia bersama Dimyati Ayatulloh dalam mendulang dukungan masyarakat Kota Malang.
9 program unggulan itu adalah, 2 skala prioritas yakni pendidikan dan pelayanan kesehatan. Lalu 3 program utama yakni mengatasi banjir, kemacetan dan tata kelola parkir. Kemudian ada 4 program pendukung dimana salah satunya adalah pengembangan ekonomi kreatif.
“Kami ingin berikan visi misi dan program yang bisa angkat kesejahteraan masyarakat Malang Kota. Kami merancang program. Ada 9 skala prioritas yang dilakukan dalam penyelesaian persoalan itu. Ada 2 skala prioritas wajib, 3 utama dan 4 pendukung,” ujar Abah Anton.
Paslon Abadi (Abah Anton – Dimyati) yang memiliki nomor urut 3 menjadikan pelayanan kesehatan sebagai salah satu program prioritas wajib. Dia ingin Puskesmas menjadi benteng layanan kesehatan yang gratis dan memuaskan bagi masyarakat.
“Skala prioritas termasuk wajib adalah kesehatan. Ini penting sekali bahkan kami pernah mencanangkan bagaimana Puskesmas gak hanya jadi tempat masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan. Dulu sudah dilakukan bagaimana saya melihat potensi SDM yang di Puskesmas untuk memberikan layanan penuh,” ujar Abah Anton.
Abah Anton mengaku menerima banyak masukan dari masyarakat yang menderita sakit. Dia mencontohkan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Malang periode 2013-2018 setiap Minggu Puskesmas dan kepala dinas kesehatan memberikan paparan kepada Wali Kota.
“Ini akan kita lanjutkan kembali di 2024. Saya gak mau Puskesmas hanya menunggu tapi jemput bola untuk melihat masyarakat baik sehat maupun gak sehat. Seluruh Puskesmas gak boleh menarik apapun bagi masyarakat. Kita murni sebagai layanan,” ujar Abah Anton.
Andai dia kembali terpilih, Abah Anton berujar bahwa masyarakat tidak boleh membayar iuran ketika periksa kesehatan di Puskesmas. “Kebijakan itu ada di pimpinan. Kita mau apa. Dulu saya beri ruang yang besar bagi kepala dinas. Apa yang kurang dan dibutuhkan. Bahwa ini adalah uang rakyat jangan sampai rakyat ditarik kembali,” ujar Abah Anton. (luc/kun)
Link informasi : Sumber