PII Gresik Siap Hadapi Isu Global

0

Gresik (beritajatim.com)- Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik siap menghadapi isu global. Baik itu krisis pangan maupun energi. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PII Gresik, Awang Djohan Bachtiar, usai dikukuhkan sebagai ketua kedua kalinya oleh pengurus Jawa Timur.

“Tantangan kedepan kita adalah persoalan pangan dan energi. Sebagai insinyur kami siap menghadapi hal itu,” ujarnya, Minggu (3/11/2024).

Awang menjelaskan dengan berkumpulnya para insinyur dalam satu wadah merupakan hal yang tepat untuk merumuskan Indonesia hijau terkait dengan energi terbarukan untuk berkelanjutan lingkungan.

“PII Gresik siap berkolaborasi dengan pemangku kebijakan daerah, duduk bersama merumuskan keterlibatan insinyur dalam pembangunan daerah maupun menghadapi isu global,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PII Jawa Timur Gentur Prihantono menuturkan, daerah Gresik termasuk ring satu industri. Untuk itu, perlu ada transformasi hijau buat lingkungan berkelanjutan.

“Selain ada tantangan isu global. Saya mengusulkan ke depan PII perlu lebih punya taji agar didengar oleh pemangku kebijakan,” tuturnya.

Diakui Gentur, menggerakkan organisasi PII tidak mudah. Ini karena wadah tersebut sifatnya pengabdian dan tidak ada gaji.

“Anggota PII di Jatim ada 400 orang. Dari jumlah itu masih kurang dibanding organisasi profesi lainnya,” ungkapnya.

Sekda Gresik M.Washil menyatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pemicu utama pembangunan smelter. Karena itu, perlu disinergikan terkait industri yang membutuhkan tenaga terampil, dan padat teknologi.

“Dari poin itu masalah ketenagakerjaan menjadi permasalahan bersama. PII Gresik harus hadir disitu,” pungkasnya. [dny/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.