Riwayat Perjuangan SMP Nuris Bondowoso: Dirintis Sejak Kolonial Belanda

0

Bondowoso (beritajatim.com) – Sekolah Menengah Pertama Nurul Islam (SMP Nuris) terletak di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

Lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam punya riwayat perjuangan panjang.

Sejak hanya berupa ponpes tanpa lembaga pendidikan formal, yayasan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan Jepang.

KH. Imam Sholeh Mawardi, pengasuh Ponpes Nuris Bondowoso mengatakan, bahwa pihaknya hanya meneruskan perjuangan para pendahulu.

“Kami cuma meneruskan. Pesantren ini mulai zaman Belanda dan Jepang,” ungkapnya kepada BeritaJatim.com, Sabtu (5/10/2024).

Pesantren Nuris pernah digempur oleh penjajah dan porak poranda. “Walaupun di sini tinggal puing – puing, kami tetap berkewajiban melanjutkan,” kata Kiai Sholeh.

Kegiatan santri dan siswa di ponpes Nuris hampir sama dengan lembaga serupa lainnya. Orientasi pada pembekalan akhlak.

“Tahfidzul Qur’an jadi program utama. Paling tidak, hafal 1 juz per siswa,” sebutnya.

Ponpes Nuris memiliki lembaga pendidikan umum berjenjang dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMK jurusan tata busana.

Kepala SMP Nuris Bondowoso, Sunaryo Nailul Marom menyatakan, para santri belajar di fasilitas seadanya.

“Tahun 2017-2018, para siswa kelas VII sampai IX belajar di tempat ala kadarnya. Mulai di ruang perpustakaan, di masjid dan ruangan dekat dapur,” beber Sunaryo.

Kemudian pada tahun 2019, SMP Nuris Bondowoso membangun 2 ruangan untuk kelas VII dan VIII.

“Sedangkan kelas IX belajarnya lesehan di masjid dengan dipasang papan tulis di sana,” tuturnya.

Pada tahun 2022, SMP Nuris Bondowoso akhirnya legal dan terakreditasi B. Hal ini membuat perhatian instansi terkait lebih besar.

“Alhamdulillah, tahun ini untuk kelas VII, VIII dan IX sudah terbangun semua. Program pembangunan dari pemerintah ini sangat bermanfaat,” akunya.

Setyo Budi, anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dari fraksi Partai Gerindra adalah sosok yang membawa program pembangunan ruang kelas itu.

Peresmian satu ruang kelas itu dilakukan secara sederhana di lantai II, yang nantinya ditempati oleh para siswa kelas IX.

“Alhamdulillah, kami selaku anggota DPRD dari fraksi Gerindra bisa menjembatani dan komunikasi dengan saudara-saudara di desa Grujugan kidul,” kata Budi.

Pihaknya mengaku telah mengajukan program pembangunan ruang kelas ini kepada pemerintah daerah (Pemda) dan disetujui lalu direalisasikan tahun ini.

“Kamu berharap ruang kelas ini bisa bermanfaat. Saya titip pesan kepada para tenaga pendidik untuk terus mengukir siswa-siswi di sini agar lebih baik dan berakhlak mulia. Sebab mereka adalah harapan masa depan bangsa dan negara,” pesannya. (awi/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.