Tak Fungsikan Tim Ahli yang Dibentuk Bupati Hendy Siswanto, Pjs Bupati Jember Optimalkan OPD
Jember (beritajatim.com) – Imam Hidayat, Pejabat Sementara Bupati Jember, Jawa Timur, tidak akan memfingsikan tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi yang telah terbentuk dan membantu tugas-tugas Bupati Hendy Siswanto sejak 2021 hingga sebelum masa cuti kampanye tahun ini.
“Sementara karena ini dua bulan (masa jabatan Imam, red), mungkin saya akan memfungsikan, mengoptimalkan, Kepala-Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Mereka ini kan sebetulnya tim ahli juga,” kata Imam, ditulis Jumat (11/10/2024).
Imam menyebut para Kepala OPD berpengalaman dan memiliki latar belakang luar biasa. “Saya akan memfungsikan secara optimal dari mereka,” katanya.
Namun Imam tidak akan menghalangi jika OPD berkoordinasi dengan tim ahli atau pihak lain. “Tidak hanya dari tim ahli itu, tapi siapapun boleh. Tapi yang saya optimalkan, karena saya hanya dua bulan, ya dari OPD-OPD,” katanya.
Tim ahli bupati terdiri atas 17 orang yang dikoordinatori Yuli Witono, seorang doktor ilmu teknologi pertanian yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember. Mereka adalah akademisi perguruan tinggi dan tenaga profesional.
Mereka memberikan saran kepada bupati soal pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, keagamaan dan pesantren, pertanian, lingkungan dan kebencanaan, hukuman, ekonomi, keuangan, koperasi dan UMKM, komunikasi politik dan pemerintahan, pariwisata dan kebudayaan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Menanggapi pernyataan Imam Hidayat, Kris Hendrijanto, salah satu anggota tim ahli, berkomitmen tetap menjalankan tugas sesuai amanat surat keputusan bupati. “SK kami berakhir pada Desember 2024. Selama belum berakhir, kami tetap berkomitmen mendampingi OPD dengan memberi masukan dan saran untuk percepatan program prioritas,” katanya.
Ini terlihat pada aktivitas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang melakukan rapat dengan anggota tim ahli dan dihadiri para camat di luar tiga kecamatan kota (Patrang, Sumbersari, Kaliwates), pada 10 Oktober 2024 kemarin.
Saat dilantik pada 12 Juni 2021, Yuli sendiri menegaskan, bahwa tim ahli hadir karena panggilan daerah. “Yang memanggil kami bukan Bupati, yang memanggil kami adalah Jember,” katanya. [wir]
Link informasi : Sumber