292 Peserta Adu Kreativitas dalam Lomba Desain Batik Lamongan 2026

0

Lamongan (beritajatim.com) – Upaya menjaga eksistensi batik Lamongan tak cukup hanya dengan mempertahankan motif warisan. Regenerasi kreator dan lahirnya desain-desain baru juga menjadi bagian penting, agar batik daerah tetap berkembang mengikuti zaman.

Semangat tersebut diwujudkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan melalui Lomba Desain Batik Lamongan 2026 di Pendopo Lokatantra, Minggu (5/10/2026).

Sebanyak 292 peserta dari mulai dari siswa sekolah dasar hingga masyarakat umum, menuangkan kreativitas dan imajinasinya ke dalam goresan di atas kertas.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, mengatakan lomba desain batik menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus ikut menjaga keberlanjutan budaya daerah.

“Ini menjadi langkah awal bagi kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan batik Lamongan. Saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menampilkan ide terbaik, serta menghasilkan karya yang berkarakter dan mencerminkan potensi diri,” kata Anis.

Menurutnya, pengembangan batik Lamongan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi antara Dekranasda, pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta dunia pendidikan.

“Kolaborasi tersebut penting agar kreativitas yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi berpeluang mendukung pengembangan kerajinan batik Lamongan,” tuturnya.

Desain yang dihasilkan peserta diharapkan dapat memberi kontribusi bagi perkembangan batik daerah. Seluruh desain dalam kompetisi tersebut nantinya menjadi hak panitia, untuk mendukung upaya pengembangan dan pemanfaatan motif batik Lamongan.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan lomba ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan workshop dan technical meeting pada 24 September 2026 di Pendopo Lokatantra.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 292 orang. Mereka terbagi dalam empat kategori, yakni 50 peserta kategori umum, 44 siswa SD kelas 1-3, 71 siswa SD kelas 4-6, serta 127 siswa SMP/MTs.

Khusus kategori umum, persaingan berlangsung melalui tahapan seleksi. Sebanyak 15 peserta terpilih melaju ke tahap kedua untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam merancang desain batik.

“Dalam kompetisi ini, panitia menetapkan masing-masing lima juara pada empat kategori. Dengan demikian, terdapat total 20 pemenang yang akan memperoleh penghargaan atas kreativitas dan karya terbaik mereka,” ucap Anang. (fak/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.