315 Bonsai Ramaikan Pesona Bonsai Bumi Mageti di Hari Jadi ke-351 Magetan
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 315 bonsai dipamerkan dalam kegiatan Pesona Bonsai Bumi Mageti di Plaza Ndoyo, Kabupaten Magetan, untuk memperingati Hari Jadi ke-351 Magetan.
- Pameran dan kontes yang digelar PPBI Cabang Magetan diikuti peserta dari Madiun Raya hingga Jember dan Depok.
- Bonsai dinilai memiliki potensi ekonomi karena harga tanaman yang telah terbentuk dengan baik dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan miliaran rupiah dalam kasus tertentu.
- Penyelenggara berharap pameran menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi kontes berskala nasional untuk memperluas pengenalan bonsai sekaligus membuka peluang usaha masyarakat.
Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 315 pohon bonsai dipamerkan dalam Pameran dan Kontes Bonsai Lokal bertajuk Pesona Bonsai Bumi Mageti di Plaza Ndoyo, Kabupaten Magetan. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan ini menjadi ajang bagi para penggemar bonsai untuk menampilkan karya sekaligus mengenalkan potensi ekonomi tanaman hias tersebut kepada masyarakat.
Pameran yang diselenggarakan Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Magetan itu mendapat dukungan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan. Pesertanya tidak hanya berasal dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di luar Jawa Timur.
Ketua penyelenggara, Supardi, mengatakan kegiatan tersebut dihadirkan sebagai ruang bagi para pencinta bonsai untuk menunjukkan hasil karya sekaligus memperluas pengenalan tanaman seni itu kepada masyarakat Magetan.
“Atas dukungan Dinas TPHP dan Disbudpar Magetan, Pameran dan Kontes Bonsai Lokal ini hadir untuk masyarakat Magetan,” ungkap Supardi.
Menurut dia, antusiasme peserta dalam pameran kali ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari keikutsertaan pembonsai yang datang dari berbagai daerah, termasuk Jember, Jawa Timur, dan Depok, Jawa Barat.
“Tidak hanya di Madiun Raya, ada dari Jember dan Depok yang berpartisipasi. Kami juga menggelar sarasehan untuk saling berbagi pengalaman sesama pembonsai,” jelasnya.
Keterlibatan peserta dari berbagai daerah membuka ruang pertemuan bagi komunitas bonsai untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan. Selain memamerkan karya, kegiatan tersebut juga dilengkapi sarasehan yang menjadi kesempatan bagi para pembonsai untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan tanaman bonsai.
Bagi masyarakat, pameran ini menjadi kesempatan untuk mengenal bonsai tidak sebatas sebagai tanaman hias. Proses pembentukannya membutuhkan ketekunan, keterampilan, dan perawatan dalam waktu panjang hingga menghasilkan bentuk dengan nilai estetika.
Supardi berharap Pesona Bonsai Bumi Mageti dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Ia juga berharap jumlah peminat bonsai terus bertambah sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis komunitas.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat Magetan bahwa Bonsai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga berpotensi sebagai salah satu sumber penggerak ekonomi daerah jika dikembangkan sebaik mungkin,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan bahwa bonsai memiliki nilai keindahan, seni, dan ekonomi. Namun, nilai tersebut tidak dapat diperoleh secara instan karena proses pembentukannya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
Menurut Muhtar, pemeliharaan bonsai memerlukan perhatian secara berkelanjutan. Untuk mendapatkan bentuk yang diharapkan, proses perawatan bahkan dapat berlangsung selama puluhan tahun.
Bonsai yang telah terbentuk dengan baik berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Harganya dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan dalam kasus tertentu mencapai miliaran rupiah, bergantung pada kualitas tanaman dan nilai seni yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten Magetan, kata Muhtar, mendorong penyelenggaraan pameran agar bonsai semakin dikenal dan diminati masyarakat. Selain menjadi bagian dari peringatan hari jadi daerah, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi dari pengembangan bonsai.
Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha bagi masyarakat yang memiliki keterampilan dan ketekunan dalam membudidayakan maupun membentuk bonsai. Meski demikian, pengembangannya membutuhkan proses panjang, pengetahuan tentang perawatan tanaman, serta kemampuan menghasilkan bonsai dengan karakter dan nilai seni yang diminati pasar.
Panitia juga berharap pemerintah daerah dapat menjadikan pameran dan kontes bonsai sebagai agenda resmi tahunan dalam rangkaian Hari Jadi Magetan. Dukungan pembiayaan dinilai diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk mendorong pelaksanaan kontes bonsai berskala nasional.
Pesona Bonsai Bumi Mageti dapat dikunjungi masyarakat secara gratis di Plaza Ndoyo hingga Senin, 19 Oktober 2026, pukul 23.00 WIB. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap bonsai semakin dikenal luas dan memperoleh ruang pengembangan yang lebih besar, baik sebagai karya seni maupun sebagai peluang usaha bagi masyarakat Magetan. [ADV/fiq]
Link informasi : Sumber