Korlap PSHT Sepakat Tahan Pengerahan Massa, Jaga Magetan Tetap Kondusif
Magetan (beritajatim.com) – Koordinator Lapangan (Korlap) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran Polres Magetan di salah satu padepokan ranting PSHT.
Dalam pertemuan itu, para Korlap PSHT menyatakan kesediaan untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengerahan massa selama satu hingga tiga hari ke depan. Mereka juga mengajak seluruh anggota kembali menjalankan aktivitas masing-masing secara tertib guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Pertemuan antara kepolisian dan unsur perguruan pencak silat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta mencegah potensi gesekan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Kesepakatan bersama diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan di Magetan sekaligus mendukung kondusivitas wilayah Jawa Timur.
Salah satu senior Korlap PSHT dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap situasi yang hingga saat itu tetap kondusif. Ia kemudian mengajak seluruh anggota yang hadir untuk mengakhiri kegiatan dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing setelah acara selesai.
“Alhamdulillah, kami mengawal sampai detik ini semuanya kondusif. Kami berjanji setelah kami menikmati hidangan yang disajikan oleh Bapak Kapolres dan jajaran, dan kita selesai administrasi, kita akan pulang tertib di rumah masing-masing. Oke? Setuju?”
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons serentak dari peserta yang hadir.
“Setuju!”
Ajakan untuk menjaga ketertiban tidak berhenti pada kepulangan peserta. Dalam pertemuan tersebut, para Korlap juga menyepakati penghentian sementara kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa selama beberapa hari berikutnya.
Senior Korlap PSHT kembali menyampaikan komitmen yang akan dijalankan melalui instruksi ketua. Kesepakatan tersebut diarahkan agar para anggota kembali menjalani rutinitas masing-masing dan tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa dalam rentang waktu yang telah disepakati.
“Kedua, kami berjanji melalui instruksi Ketua, bahwa satu hingga tiga hari ke depan kami tidak ada kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa. Jadi kita akan kembali beraktivitas masing-masing, rutinitas. Setuju?”
Peserta pertemuan kembali memberikan jawaban secara bersama-sama.
“Setuju!”
Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya mengedepankan komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan unsur perguruan pencak silat. Pengendalian kegiatan yang melibatkan massa menjadi salah satu langkah yang dibicarakan untuk mengurangi potensi gangguan kamtibmas dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Bagi masyarakat, situasi keamanan yang terjaga memiliki dampak langsung terhadap kelancaran aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, mobilitas warga, serta interaksi sosial. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang aman.
Polres Magetan mengapresiasi sikap para Korlap PSHT yang memilih mengedepankan ketertiban dan menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan konsentrasi massa. Kepolisian juga menempatkan komunikasi serta koordinasi dengan berbagai unsur perguruan pencak silat sebagai bagian dari upaya cipta kondisi dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Pendekatan melalui dialog diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan imbauan, menyelaraskan langkah, dan mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan. Komitmen bersama dari unsur kepolisian dan masyarakat juga diperlukan untuk menjaga hubungan sosial tetap harmonis di tengah keberagaman kelompok dan komunitas.
Semangat “Jogo Magetan, Jogo Jawa Timur” sing akur kabeh sedulur didorong agar tidak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata. Sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan komunikasi menjadi landasan yang ditekankan dalam upaya mempertahankan kondusivitas wilayah.
Polres Magetan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diharapkan mengutamakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan jalur yang tepat, sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Ke depan, komitmen para Korlap PSHT untuk menahan pengerahan massa selama satu hingga tiga hari akan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap tertib. Penguatan koordinasi antara kepolisian, perguruan pencak silat, dan elemen masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mendukung keamanan Magetan dan Jawa Timur. [fiq/aje]
Link informasi : Sumber