Menantu Tebas Leher Mertua karena Putar Musik Terlalu Keras, Meninggal Seketika

0

Sampang (beritajatim.com) – Tragedi berdarah terjadi beberapa waktu lalu yang melibatkan menantu versus mertua di Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Modus tragedi akhirnya terungkap.

Sang menantu inisial DL (25) sudah lama memendam kekesalan terhadap mertuanya, Misnaji (55).

Terduga pelaku sebelum kejadian penganiayaan hendak menidurkan anaknya. Tetapi terdengar suara musik dengan menggunakan pengeras sehingga anaknya sulit untuk tidur.

Seketika pelaku mendatangi rumah mertuanya. Dia langsung menebaskan sajam ke leher mertuanya hingga meninggal dunia di tempat.

“Dari hasil penyidikan ternyata terduga pelaku sudah lama menyimpan amarah terhadap korban karena urusan keluarga,” kata Kapolres Sampang AKP Anang Hardiyanto, Rabu (23/9/2026)

Anang menambahkan, atas perbuatannya, DL dijerat Pasal 458 ayat (1) KUHP subsider Pasal 468 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami masih melanjutkan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara,” jelas Anang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Misnaji (50) tewas seketika di teras rumahnya setelah ditebas menggunakan sebilah parang oleh menantunya sendiri, yang diketahui berinisial DL (25).

Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh rasa sakit hati mendalam yang dipendam oleh pelaku terhadap korban.

Kasi Humas Polres Sampang, Akp Eko Puji Waluyo membenarkan adanya tindak pidana penganiyaan yang melibatkan hubungan keluarga tersebut.

Dia menjelaskan, serangan membabi buta itu berlangsung sangat cepat saat korban tengah beristirahat santai di halaman depan rumahnya, usai mengupas kelapa.

“Terduga pelaku menghampiri korban yang sedang duduk menghadap ke barat. Pelaku kemudian mengambil parang yang sebelumnya digunakan untuk mengupas kelapa di lokasi, lalu langsung mengayunkannya ke arah leher kiri korban,” kata Eko.

Akibat sabetan parang yang sangat parah di bagian leher, korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah melancarkan aksinya, DL bergegas melarikan diri dari lokasi kejadian.

Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui insiden tersebut langsung melaporkannya ke aparat kepolisian setempat untuk meminta bantuan. [sar/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.