POKARI Kota Kediri Promosikan UMKM Nonkuliner Gratis Lewat Video Pendek
Ringkasan Berita
Pemkot Kediri meluncurkan POKARI untuk mempromosikan produk UMKM nonkuliner.
Promosi dikemas dalam video pendek maksimal tiga menit.
Konten POKARI ditayangkan melalui sejumlah media sosial Pemkot Kediri.
Pelaku UMKM dapat mengajukan produknya secara gratis melalui DM Instagram Pemkot Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi produk melalui media digital.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program POKARI (Potensi Karya Kota Kediri) yang secara khusus memberikan ruang promosi bagi produk UMKM nonkuliner di Kota Kediri.
Program tersebut dikemas dalam bentuk video pendek dengan durasi maksimal tiga menit. Konten kemudian dipublikasikan melalui media sosial yang dikelola Pemerintah Kota Kediri.
POKARI Promosikan Produk UMKM Nonkuliner
Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Sugeng Wahyu Purba Kelana, mengatakan POKARI merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM, khususnya sektor nonkuliner.
Menurutnya, masih banyak produk karya pelaku usaha di Kota Kediri yang memiliki potensi tetapi belum dikenal secara luas.
“Banyak produk yang menarik dan memiliki potensi di Kota Kediri namun belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Promosi melalui media digital saat ini sangat penting, terutama bagi pelaku usaha muda yang mungkin sedang merintis usahanya,” jelasnya.
Produk yang menjadi sasaran program antara lain kerajinan, hantaran, fesyen, aksesori dan berbagai produk nonkuliner lainnya.
Melalui format video singkat, informasi mengenai produk diharapkan lebih mudah diterima masyarakat sekaligus memiliki peluang menjangkau calon konsumen melalui media sosial.
Tayang Rutin di Media Sosial
Program POKARI direncanakan tayang secara rutin satu kali dalam sebulan.
Konten promosi tersebut disebarluaskan melalui sejumlah platform media sosial Pemerintah Kota Kediri, antara lain Instagram, TikTok, Facebook dan YouTube Shorts.
Format video maksimal tiga menit dipilih agar promosi produk dapat disampaikan secara ringkas dan menarik.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kanal digital pemerintah untuk memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Promosi Gratis, Produk Dikurasi
Pelaku UMKM nonkuliner di Kota Kediri yang ingin produknya masuk dalam program POKARI dapat mengajukan diri kepada Pemerintah Kota Kediri.
Caranya dengan menghubungi akun Instagram Pemerintah Kota Kediri melalui direct message (DM). Produk yang masuk kemudian akan dipilih dan dikurasi sesuai konsep program.
“Bagi pelaku UMKM nonkuliner di Kota Kediri yang ingin produknya kita reviu bisa langsung menghubungi kami melalui direct message (DM) ke akun Instagram Pemerintah Kota Kediri, nanti akan kita pilih dan kurasi sesuai dengan konsep program,” terang Sugeng.
Setelah produk terpilih, tim Diskominfo akan mendatangi lokasi pelaku usaha untuk mengambil materi promosi.
Yang menarik, seluruh proses promosi melalui program tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.
Dorong UMKM Kediri Naik Kelas
Sugeng berharap POKARI dapat memberikan ruang lebih luas bagi produk karya pelaku UMKM Kota Kediri untuk dikenal masyarakat.
Selain memperkenalkan produk, program tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Kami berharap melalui program POKARI, masyarakat semakin tertarik untuk mendukung dan membeli produk karya Kota Kediri, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.
Kehadiran POKARI menjadi salah satu alternatif promosi bagi UMKM nonkuliner yang ingin memanfaatkan media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya produksi konten promosi. Produk yang terpilih akan mendapatkan kesempatan diperkenalkan melalui kanal digital resmi Pemerintah Kota Kediri. [nm/aje]
Link informasi : Sumber