Latih Disabilitas, LPPM Universitas Ciputra dan Yayasan Aora Wistara Dorong Kemandirian Ekonomi Dari Rumah
Ringkasan Berita
* Sebagai wujud pemberdayaan masyarakat inklusif, LPPM Universitas Ciputra Surabaya bermitra dengan Yayasan Aora Wistara menggelar pelatihan pembuatan steamed milk cake bagi warga disabilitas di Surabaya Timur guna mendorong lahirnya wirausahawan mandiri dari rumah.
* Menggunakan bahan-bahan yang terjangkau serta peralatan dapur sederhana, kegiatan pengabdian masyarakat ini melengkapi berbagai program keterampilan inklusif Aora Wistara—seperti barista, batik, dan fotografi—yang telah berhasil menyalurkan para siswanya ke dunia kerja formal maupun sektor wirausaha.
—————————————————————————
Surabaya (beritajatim.com) — Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat inklusif, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ciputra Surabaya memberikan pelatihan tata boga bagi warga disabilitas di Yayasan Aora Wistara, Surabaya Timur, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini dirancang untuk memacu keterampilan praktis sekaligus memperkuat kemandirian wirausaha para peserta.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik pembuatan steamed milk cake serta cara menghiasnya. Dosen Culinary Business Universitas Ciputra, Otje Herman Wibowo, S.E., M.Par., menyampaikan bahwa materi pelatihan difokuskan pada pemanfaatan peralatan dapur sederhana yang ramah dan adaptif bagi peserta.
“Tujuan kami datang ke AORA Vistara ini adalah memberikan pelatihan untuk teman-teman kita yang berkebutuhan khusus atau inklusi, supaya terbentuk kemandirian untuk mereka untuk bisa berwirausaha,” ujar Otje.
Ia menerangkan bahwa seluruh bahan dasar sengaja dipilih agar mudah didapat dan dipraktikkan. Untuk menjaga keberlanjutan hasil pelatihan, pihak kampus tidak hanya memberikan tutorial di lokasi tetapi juga menyediakan panduan video serta merencanakan program pendampingan secara berkala.
“Setelah pelatihan ini kami akan pantau, tapi juga nanti kita akan berikan pelatihan yang lain supaya menambah vocabulary (variasi) produknya. Harapan kami mereka bisa melakukan usaha dari rumah dengan peralatan yang ada di rumah,” tambahnya.
Ketua Sekolah Inklusif Aora Wistara, Yusis Ernani Novalita, menyambut hangat inisiatif pengabdian masyarakat ini. Kehadiran program tata boga memperkaya jajaran pelatihan keterampilan yang sebelumnya telah berjalan di Aora Wistara, seperti barista, fotografi, membatik (Batik Wistara), melukis, tata rias, hingga desain grafis.
“Universitas Ciputra melakukan pengabdian masyarakat di Aora untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi anak-anak disabilitas, khususnya siswa Aora. Saat ini siswa kami ada kurang lebih sekitar 100 orang. Untuk kegiatan hari ini, kuotanya disediakan untuk 12 peserta,” terang Yusis saat ditemui di lokasi acara.
Lebih lanjut, Yusis mengungkapkan bahwa pembinaan berkelanjutan di lembaga inklusif ini telah terbukti mengantarkan para alumni dan siswanya memasuki dunia kerja profesional maupun merintis usaha sendiri.
“Siswa kami ada yang sudah bekerja melalui kerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti di Hotel Ascott, Papilio, supermarket Hokky, restoran, hingga salon. Selain itu, ada pula siswa yang sudah mandiri berwirausaha (entrepreneur),” tuturnya.
Sinergi berkelanjutan antara akademisi dan lembaga penyedia ruang inklusif ini diharapkan dapat terus membuka pintu kesempatan kerja yang lebih luas serta mewujudkan kemandirian ekonomi bagi komunitas disabilitas di Indonesia.[rea]
Link informasi : Sumber