Survei INES: Mayoritas Masyarakat Dukung Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan
Ringkasan Berita:
- Survei INES menyebut 78,2 persen responden mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan sebagai program prioritas pemerintah.
- Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun pemerintahan tercatat sebesar 79,3 persen berdasarkan survei INES.
- Survei juga menunjukkan tantangan ekonomi masih menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok.
Jakarta (beritajatim.com) – Indonesia Network Election Survey (INES) menyebut mayoritas masyarakat mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Dukungan tersebut tercermin dalam hasil survei INES yang dilakukan pada 14–20 September 2026 terhadap 1.400 responden di 36 provinsi.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan, sebanyak 78,2 persen warga menyatakan setuju agar program MBG tetap dilanjutkan. Sementara itu, sebanyak 18,4 persen responden menyatakan tidak setuju program tersebut diteruskan, sedangkan 3,4 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
“Hal ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan dan peningkatan pendapatan masyarakat dan Program ini terbukti mendapatkan dukungan yang kuat dari masyarakat,” katanya, Minggu (27/9/2026).
Selain mengukur respons masyarakat terhadap program MBG, survei INES juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Andri, tingkat kepercayaan masyarakat berada di angka 82,1 persen, sementara 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo dan 1,4 persen tidak menjawab.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo tercatat sebesar 79,3 persen. Adapun 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo, sedangkan 3,3 persen menyatakan tidak puas.
Dalam aspek ekonomi, tingkat kepuasan masyarakat tercatat lebih rendah dibandingkan sektor lainnya. Survei menunjukkan 50,8 persen responden puas terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi, sementara 45,1 persen menyatakan kurang puas dan 4,1 persen menyatakan tidak puas.
Andri mengingatkan, tantangan besar masih membayangi pemerintah dalam menghadapi persoalan ekonomi rakyat. Menurut dia, tingkat kepuasan terhadap penanganan sulitnya mencari lapangan kerja dan tingginya harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat.
“Sebanyak 50,7 persen responden merasa kurang puas terkait lapangan kerja, ssementara 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok,” katanya.
Meski demikian, INES mencatat sebanyak 78,2 persen responden memberikan apresiasi terhadap keberanian, ketegasan, serta kecepatan pemerintah dalam menjalankan program-program yang dinilai pro-rakyat. Sementara itu, 17,9 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo dan 3,9 persen tidak memberikan jawaban.
Andri menyebut capaian tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah mendapatkan perhatian positif dari masyarakat.
“Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat,” katanya. [hen/suf]
Link informasi : Sumber