Cycling Coffee Closing di Magetan, Diana Sasa Ajak Anak Muda Gowes dan Ngopi

0

Magetan (beritajatim.com) – Malam Minggu di Magetan tak selalu harus dihabiskan dengan aktivitas yang monoton. Diana Sasa bersama OTW Kopi Magetan mengajak anak muda mengisi akhir pekan dengan bersepeda, ngopi, dan bersilaturahmi melalui kegiatan Cycling Coffee Closing, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut mengambil titik keberangkatan sekaligus finis di OTW Kopi Magetan, Jalan Pandan, Bulukerto. Selain bersepeda bersama, peserta juga mendapat kesempatan memperoleh doorprize secara gratis, termasuk satu hadiah utama yang disiapkan panitia.

Bagi Diana Sasa, aktivitas bersama anak muda tidak harus selalu dikemas dalam kegiatan formal. Olahraga, menikmati kopi, berdiskusi, maupun berkumpul bersama komunitas dapat menjadi ruang sosial yang mendorong anak muda mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih positif.

“Anak muda punya banyak energi dan kreativitas. Tinggal bagaimana kita menyediakan ruang agar energi itu bisa disalurkan untuk kegiatan yang positif, menyenangkan, dan membuat kita bisa saling bertemu,” ujar Diana.

Menurut dia, ruang interaksi semacam itu penting karena anak muda tidak hanya membutuhkan aktivitas, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dan bertukar gagasan. Karena itu, kegiatan sederhana seperti bersepeda bersama dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pertemanan sekaligus menggerakkan komunitas.

Diana mengajak anak muda Magetan tidak sekadar menjadikan malam Minggu sebagai waktu berkumpul tanpa aktivitas yang jelas. Bersepeda, berdiskusi, menikmati kopi, hingga mengikuti kegiatan komunitas dinilai dapat menjadi alternatif untuk mengisi waktu sekaligus membangun jejaring.

“Tidak harus kegiatan yang berat. Gowes bersama, ngopi, ngobrol, bertemu teman-teman, itu juga bagian dari aktivitas positif. Yang penting ada ruang untuk bergerak, berkarya, dan berinteraksi,” katanya.

Di sisi lain, Cycling Coffee Closing juga membawa dimensi ekonomi lokal. Kolaborasi dengan OTW Kopi Magetan menjadi bagian dari upaya mendukung pelaku ekonomi kreatif dan usaha lokal melalui kegiatan yang mempertemukan komunitas dengan ruang usaha.

Diana menilai kedai kopi dan ruang usaha sejenis tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati produk, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dan anak muda. Ketika kegiatan komunitas digelar di tempat usaha lokal, aktivitas tersebut sekaligus membuka peluang pergerakan ekonomi di tingkat lokal.

“Ketika kita membuat kegiatan di tempat usaha lokal, kita juga ikut menghidupkan ekonomi kreatif di Magetan. Anak-anak muda datang, komunitas bergerak, UMKM dan pelaku usaha mendapatkan ruang. Ekosistem seperti ini yang perlu kita rawat bersama,” tutur Diana.

Cycling Coffee Closing diikuti anak muda dan masyarakat yang ingin menikmati malam akhir pekan dengan suasana berbeda. Peserta tidak hanya diajak bersepeda, tetapi juga menikmati suasana coffee shop dan berinteraksi setelah kegiatan.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa kegiatan komunitas dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi lokal. Ketika komunitas bergerak dan ruang usaha menjadi tempat berkumpul, tercipta ruang interaksi yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga berpotensi mendukung keberlangsungan usaha lokal.

Diana berharap kolaborasi antara anak muda, komunitas, dan pelaku usaha dapat terus dikembangkan di Magetan. Menurutnya, kota tidak hanya membutuhkan ruang ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang memungkinkan masyarakat bertemu, berkegiatan, dan membangun jejaring.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin banyak digelar dengan melibatkan berbagai komunitas dan pelaku usaha lokal. Ruang kreatif yang tumbuh dari kolaborasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi anak muda Magetan untuk menyalurkan energi, berkarya, memperluas jaringan, sekaligus ikut menggerakkan ekonomi lokal. [fiq/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.