Danau Ranu Pani di Lumajang Mengalami Pendangkalan, Luasan Danau Tersisa 4,8 Hektare

0

Lumajang (beritajatim.com) – Danau Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami pendangkalan dan penyusutan debit air akibat tumpukan lumpur.

Akibatnya, luasan danau yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut, saat ini diketahui hanya tersisa 4,8 hektare.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan, belum diketahui pasti berapa sisa luasan terbaru dari danau Ranu Pani.

Sebab, informasi terkait luasan danau yang diketahui saat ini merupakan data yang diambil pada tahun 2025.

Saat itu, upaya normalisasi danau dengan mengeruk tumpukan sedimen di danau sudah dilakukan.

“Tahun 2004 itu luasannya 5,9 hektar, tahun 2025 setelah pengerukan 4,8 hektare,” ucap Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).

Informasi yang dihimpun, secara keseluruhan luasan Ranu Pani disebutkan hanya tersisa 30 persen.

Sedangkan, kedalaman danau diketahui hanya mencapai 3 meter di titik paling dalam.

Menurut Bambang, pihaknya belum bisa memastikan keakuratan dari data tersebut.

Hal itu lantaran data pendangkalan dan sisa kedalaman danau masih belum dimiliki oleh TNBTS.

“Kalau luas area sisa 30%, saya tidak bisa membenarkan dan menyalahkan. Karena kami juga belum punya data untuk pendangkalan dan kedalaman,” tambahnya.

Bambang menyebut, pendangkalan danau kembali terjadi sejak terakhir kali dilakukan normalisasi pada tahun 2025.

Kondisi itu menyebabkan kawasan danau Ranu Pani semakin mengecil.

“Untuk normalisasi sudah dilakukan tahun 2025, kondisi sekarang sudah terjadi pendangkalan lagi,” ungkapnya. (has/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.