Warga Sukolilo Kompak Sulap Lahan Tak Produktif jadi Kebun Melon Premium Mandiri

0

Surabaya (beritajatim.com) Warga Perumahan Semolowaru Indah, Sukolilo berhasil menyulap lahan kosong tak produktif menjadi kebun melon premium mandiri yang punya nilai jual tinggi. Kebun tersebut kini memiliki hampir 500 lebih buah melon siap panen yang akan dijual ke masyarakat umum.

Ketua RW 07 Semolowaru Indah, Yunus mengatakan, buah hasil gotong royong warga itu rencananya bakal dijual dalam kegiatan bertajuk ‘Wisata Petik Buah Kebun Kota Melinda’. Kegiatan wisata tersebut akan diselenggarakan selama 9 hari sejak tanggal 3-11 Oktober 2026.

“Kegiatan tersebut bisa diikuti masyarakat umum cukup dengan membeli melon yang dipetik dengan harga Rp 20-35 ribu perkilo,” kata Yunus.

Yunus menjelaskan, ide awal untuk pembuatan kebun melon itu berangkat dari keluhan warga yang resah lahan fasilitas umum (fasum) yang tak produktif. Bahkan warga Perumahan Semolowaru Indah harus urunan untuk membayar petugas kebersihan hingga Rp 16 juta per tahun.

“Sebelumnya tanah fasum ini tak terawat. Ilalangnya tinggi, lalu juga dijadikan tempat pembuangan sampah juga. Dampaknya kan membuat lingkungan ga sehat juga,” imbuh Yunus.

Warga lantas berembuk. Tujuannya agar bisa menciptakan lingkungan sehat dan tanah fasum menjadi produktif sehingga bisa bermanfaat bagi seluruh warga RW 07. Para pengurus saat itu dekat dengan instruktur teknologi rumah kaca yang berfokus pada tanaman melon premium. Sehingga warga memutuskan untuk membuat kebun melon jenis sweet lavender.

“Selain itu melon ini kan merupakan buah yang digemari masyarakat luas sehingga lebih mudah untuk dijual dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi warga,” terangnya.

Warga lantas bergotong royong membuat rumah kaca yang lengkap dengan metode hidroponik untuk menanam melon sweet lavender tersebut. Perlu waktu enam bulan bagi warga untuk mewujudkan rumah kaca yang berisi 500 lebih tanaman buah melon premium itu.

“Dalam setahun bisa 4 kali panen. Untuk modalnya dari awal pembersihan lalu membangun rumah kaca, instalasi air seta bibit juga berbagai vitamin untuk buah itu habis sekitar Rp 80 juta. Seluruh modal itu hasil gotong royong warga,” tutur Yunus.

Yunus memaparkan, nantinya hasil penjualan melon nantinya akan digunakan untuk mensubsidi iuran rutin warga. Seperti iuran kebersihan dan keamanan.

“Kalau memang nanti hasilnya belum cukup untuk subsidi, minimal kita pengurus RW tidak perlu menaikan iuran. Sehingga bisa meringankan beban warga,” terangnya.

Setelah berhasil membuat kebun melon premium, rencananya warga akan membuat kebun lombok di sisa lahan fasum yang masih tersedia. Sehingga nantinya tanah fasum bisa bermanfaat bagi seluruh warga.

“Nantinya kami ingin warga sini bisa bebas iuran dari hasil kebun di tanah fasum kita ini. Syukur-syukur bisa jadi ketahanan pangan,” pungkasnya. (ang/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.