Unair Petakan Akses Air Bersih di Papua Barat, Warga Hadapi Masalah Kualitas Air Sejak 1985
Ringkasan Berita:
- Universitas Airlangga melakukan survei dan pemetaan akses air bersih di SP6 Kampung Bowi Subur, Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat.
- Warga Bowi Subur menghadapi persoalan kualitas air sejak program transmigrasi 1985, termasuk air sumur yang mengandung besi dan memiliki tingkat kesadahan tinggi.
- Hasil pemetaan menjadi dasar rencana pembangunan sumur bor komunal, media filtrasi, dan instalasi penampungan air hujan untuk meningkatkan akses air aman.
Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) melaksanakan survei dan pemetaan air bersih di kawasan transmigrasi SP6 Kampung Bowi Subur, Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data akurat dan holistik mengenai akses air aman, capaian lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Survei dan pemetaan tersebut juga menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan program Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga di Kampung Bowi Subur.
Berdasarkan keterangan Kepala Distrik Masni, masyarakat di Kampung Bowi Subur menghadapi persoalan kualitas air bersih. Air sumur di wilayah tersebut diketahui mengandung besi atau memiliki tingkat kesadahan yang tinggi.
Informasi tersebut sejalan dengan temuan tim di lapangan. Sejumlah warga Bowi Subur menyampaikan bahwa persoalan kualitas air telah mereka rasakan sejak kedatangan melalui program transmigrasi pada 1985.
Dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, masyarakat memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia. Di antaranya air sungai, air hujan, maupun air tanah yang diolah menggunakan sistem penyaringan sederhana.
“Kegiatan survei dan pemetaan telah dilaksanakan sejak tanggal 7 Agustus 2026 dan akan terus berlanjut selama kurang lebih 42 hari ke depan dengan target pemetaan seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur pemukiman di SP6. Pemetaan seluruhnya dilakukan secara mandiri oleh anggota tim menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG),” terang Dr. Sudarmaji S.KM., M.KM selaku Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Jumat (2/10/2026).
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kegiatan tersebut membantu tim melakukan pemetaan kondisi wilayah secara lebih terarah. Data spasial yang diperoleh kemudian digunakan untuk menentukan titik optimal akses air aman agar dapat disalurkan secara efisien melalui program yang dirancang tim.

Ke depan, intervensi akses air aman di Kampung Bowi Subur akan mencakup pembangunan sumur bor komunal, pembuatan media filtrasi, serta instalasi penampungan air hujan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sumber air yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Program akses air aman ini merupakan bagian dari integrasi kegiatan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Dengan pemetaan yang mencakup seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur permukiman di SP6, data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat Kampung Bowi Subur. [suf]
Link informasi : Sumber