Ketapang-Gilimanuk Berangsur Normal, Percepatan Bongkar Muat Jadi Kunci Urai Antrean

0

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap, Rakhmatika Ardianto, mengatakan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk telah kembali lancar dalam lima hari terakhir, sejak 29 September hingga 3 Oktober 2026, setelah sebelumnya mengalami kemacetan berkepanjangan.

Antrean kendaraan saat ini dapat tertampung di dalam terminal tanpa menimbulkan kemacetan panjang di jalan menuju pelabuhan.

“Syukur Alhamdulillah, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sudah kembali lancar. Antrean yang ada saat ini hanya berada di dalam terminal. Karena itu, masyarakat maupun pelaku angkutan logistik yang hendak menuju Bali tidak perlu lagi ragu menggunakan lintasan ini,” ujar Rakhmatika.

Menurutnya, kelancaran tersebut merupakan hasil kerja bersama perusahaan penyeberangan dan seluruh pemangku kepentingan melalui percepatan bongkar muat dari 35 menit menjadi 15 menit.

Hasil Kesepakatan Rapat Bersama DPR dan ASDP

Perubahan pola operasi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan rapat pada Senin, 28 September 2026, yang dipimpin anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, bersama KSOP, BPTD, ASDP, serta pemangku kepentingan terkait.

Percepatan ini memungkinkan peningkatan frekuensi perjalanan kapal dan diproyeksikan menambah kapasitas angkut harian lebih dari 50 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengompensasi berkurangnya kapasitas pelayanan akibat penutupan satu pasang dermaga yang sedang direvitalisasi oleh ASDP, yang rencananya baru selesai pada bulan Desember 2026 hingga Maret 2027.

“Perusahaan penyeberangan telah berkorban dalam penyelesaian masalah kemacetan ini dengan merelakan alokasi waktu bongkar muat yang lebih singkat. Tujuannya agar perputaran kapal meningkat dan kebutuhan masyarakat serta distribusi logistik tetap terlayani,” jelasnya.

Perbaikan Pelengsengan dan Dermaga Bulusan Didesak Dipercepat

Namun, Rakhmatika mengingatkan bahwa penyesuaian waktu bongkar muat ini juga harus diimbangi dengan percepatan waktu penyelesaian pekerjaan tersebut.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat, yang juga telah menjadi kesepakatan dalam rapat, ia juga meminta pekerjaan penyambungan dan perpanjangan pelengsengan di Ketapang segera direalisasikan, dengan target penyelesaian maksimal satu bulan.

Optimalisasi tersebut, bersama fasilitas pasangannya di Gilimanuk, diharapkan dapat menyediakan tambahan kapasitas sandar setara satu pasang dermaga.

Ia juga meminta ASDP segera mempercepat perbaikan Dermaga Bulusan agar dapat kembali difungsikan.

Hanya 28 dari 58 Kapal yang Bisa Beroperasi Setiap Hari

Untuk jangka panjang, Rakhmatika menekankan perlunya pembangunan beberapa pasang dermaga tambahan. Dari 58 kapal yang tersedia di lintas Ketapang-Gilimanuk, hanya sekitar 28 kapal yang dapat dioperasikan setiap hari dalam pola operasi normal. Artinya, kurang dari separuh armada dapat dimanfaatkan akibat keterbatasan dermaga.

“Penambahan dermaga harus menjadi prioritas investasi ASDP, terutama untuk mengantisipasi pertumbuhan kendaraan ketika jalan tol tersambung. Jangan sampai akses menuju pelabuhan semakin lancar, tetapi kapasitas penyeberangannya tidak siap menampung peningkatan kebutuhan,” tegasnya.

ASDP Diminta Kelola Pelabuhan Secara Profesional

Rakhmatika berharap ASDP sebagai pengelola pelabuhan menjalankan pelayanan secara profesional, baik kepada perusahaan penyeberangan maupun konsumen, melalui fasilitas yang memadai, andal, dan terpelihara.

“Perbaikan dan penambahan fasilitas perlu didukung perencanaan investasi serta pendanaan korporasi yang jelas, tidak semata-mata menunggu anggaran pemerintah,” pungkasnya. (tok/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.