Gus Fawait Jadi Ketua Dewan Penasihat ICMI Jember 2026-2031

0

Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad ‘Gus’ Fawait resmi menjadi Ketua Dewan Penasihat Organisasi Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Namun Gus Fawait absen dalam pelantikan pengurus ICMI ORDA Jember yang dihadiri Ketua ICMI Jatim Pitono Nugroho dan Sekretaris ICMI Jatim Bayu Arie Fianto, di Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Minggu (4/10/2026).

Ketua Dewan Pakar dijabat Dwi Cahyono, dosen Universitas Muhammadiyah Jember, dan Ketua Majelis Pengurus Daerah dijabat Bambang Kuswandi, Pembantu Rektor Universitas Jember.

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Jember Bobby Arie Sandi, Bupati Fawait berharap, ICMI tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para cendekiawan Muslim.

Gus Fawait ingin ICMI dapat menjadi ruang lahirnya gagasan, tempat bertemunya ilmu dan nilai-nilai keislaman, sekaligus rumah besar bagi para intelektual untuk mengabdikan pengetahuan dan pemikirannya bagi kemajuan masyarakat.

“Kabupaten Jember membutuhkan kekuatan intelektual yang mampu melihat tantangan dan dinamika masyarakat dengan optimisme, sekaligus menghadirkan solusi yang nyata,” kata Gus Fawait sebagaimana disampaikan Bobby.

Pelantikan ICMI Orda Jember adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan pemikiran, membangun kolaborasi, dan meneguhkan kembali komitmen bahwa kecendekiaan harus menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan daerah.

“Kami berharap, dari forum ini lahir gagasan-gagasan besar untuk Jember, inovasi, kebijakan, gerakan sosial, serta karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gus Fawait.

Bambang Kuswandi bersyukur Bupati Fawait bersedia menjadi Ketua Dewan Penasihat. “Semoga kita menjadi partner strategis Bupati Jember,” katanya.

Bambang mengingatkan pernyataan Pendiri ICMI Prof. BJ. Habibie soal tiga pilar organisasi tersebit, yakni keislaman, kecendekiawanan dan tentu keindonesiaan. Dengan semangat tiga pilar ini, ICMI Jember tidak boleh menjadi organisasi papan nama.

“Kita ingin menjadi organisasi problem solver. Kami menarik semua, baik dari pesantren, perguruan tinggi, sehingga ICMI nanti bisa memberikan paling tidak solusi-solusi nyata terhadap problem-problem di Kabupaten Jember,” kata Bambang.

ICMI Jember diharapkan ikut menguatkan ekonomi umat yang berbasis potensi lokal di Kabupaten Jember. “Seperti yang kita tahu Jember punya banyak potensi lokal, ada tembakau, edamame, kopi, batik, dan beberapa komoditas lain yang perlu kita angkat bersama,” kata Bambang.

Bambang ingin usaha mikro kecil menengah Jember bisa menyediakan produk-produk halal yang makin berkualitas sehingga bisa meningkatkan perekonomian umat.

ICMI Jember diharapkan bisa menjembatani dunia perguruan tinggi dan pesantren, terutama di bidang teknologi. “Oleh karena itu banyak anggota dewan pakar, dewan penasehat dan pengurus ICMI Jember yang berasal pesantren,” kata Bambang.

Terakhir, ICMI mendukung pembinaan generasi muda di pesantren. “Semoga pondok masih tetap menjadi kawah candradimuka bagi pengembangan akhlakul karimah di masa depan,” kata Bambang. [wir/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.