Kemarau Panjang, Puluhan Warga Jatigunung Andalkan Bantuan Air Bersih
Pacitan (Beritajatim.com) – Kekeringan mulai dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Pacitan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci.
Melihat kondisi tersebut, Relawan Komunitas Petarung Kehidupan Pacitan turun langsung membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Bantuan air disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tulakan dan Kebonagung.
Salah satu titik penyaluran berada di Dusun Crabak, Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Minggu sore. Kedatangan mobil pengangkut air langsung disambut antusias warga yang telah menunggu. Puluhan ember, galon, hingga jeriken milik warga terlihat berjejer di sejumlah titik rumah untuk diisi air bersih.
Salah seorang warga mengatakan, kekeringan tahun ini terasa cukup parah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi yang terburuk setelah sekitar empat tahun terakhir warga tidak mengalami kekeringan separah ini.
“Kekeringan tahun ini cukup parah. Setelah empat tahun tidak mengalami kekeringan seperti ini, tahun ini justru lebih parah dibandingkan empat tahun yang lalu,” ujarnya Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan, sumber air yang selama ini menjadi andalan warga kini cepat mengering. Bahkan, sumur milik warga sudah diperdalam, tetapi debit air yang tersedia tetap tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Sumber air cepat mengering. Biasanya mengandalkan sumur, tetapi sekarang semuanya sudah diperdalam pun airnya tidak mencukupi,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Sugeng Hariyanto, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan para relawan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena saat ini menjadi salah satu andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air.
“Kami bersyukur ada bantuan dari relawan. Saat ini bantuan seperti ini yang menjadi andalan warga. Kalau sedang punya uang, kami patungan untuk membeli air. Kalau tidak punya, terpaksa mengambil dari sumber lama yang jaraknya cukup jauh,” pungkasnya.
Di RT 01/RW 05 Dusun Crabak, Desa Jatigunung, terdapat sekitar 50 kepala keluarga yang mengalami kondisi serupa. Persediaan air yang ada sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan dasar warga, baik untuk minum, memasak maupun mencuci.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat dibutuhkan, terlebih musim kemarau tahun ini lebih panjang karena cuaca ekstrim El Nino. [tri/aje]
Link informasi : Sumber