KOHATI HMI Sampang Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Camplong
Ringkasan Berita:
- KOHATI HMI Sampang terus mengawal kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Camplong.
- KOHATI meminta pemulihan psikologis korban menjadi perhatian selain proses hukum yang sedang berjalan.
- Ibu korban menyebut pendampingan dari Dinsos PPPA Sampang telah dilakukan sebanyak empat kali.
- Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sampang sejak Juli 2026 dan hingga kini masih dalam proses penyidikan.
Sampang (beritajatim.com) – Korps HMI-Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampang terus mengawal kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Camplong.
Ketua KOHATI HMI Sampang, Homsah, menegaskan komitmen organisasinya untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang layak, terutama dalam aspek pemulihan psikologis.
Homsah menyebut pemulihan kondisi mental korban harus menjadi perhatian penting seiring dengan proses hukum yang sedang berjalan.
“Penanganan kasus ini tidak hanya sebatas secara formal, tetapi juga mencakup pemulihan psikologis pascakejadian yang dialami oleh korban,” terangnya, Senin (5/10/2026).
Terpisah, ibu korban menyampaikan pendampingan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang sejauh ini telah dilakukan sebanyak empat kali. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti bentuk pemulihan trauma yang ideal bagi anaknya.
“Kalau trauma healing, saya kurang mengerti maksudnya seperti apa,” ujarnya.
Sekadar diketahui, dugaan kasus asusila yang menimpa korban terjadi pada Mei 2026. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Sampang sejak Juli 2026.
Hingga kini, proses penyidikan di kepolisian masih terus berjalan. [sar/beq]
Link informasi : Sumber