Sinergi Pemkab Sragen dan PT SGN: Perkuat Peran PG Mojo Demi Kesejahteraan Petani Tebu dan Ketahanan Pangan

0

Ringkasan Berita

* Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi peran strategis Pabrik Gula (PG) Mojo milik PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) dalam mendukung perekonomian daerah dan menjaga keberlanjutan usaha tani tebu di Kabupaten Sragen.

* Melalui penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pelaksanaan program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang terukur, PT SGN berkomitmen untuk memprioritaskan kesejahteraan petani sebagai mitra utama rantai pasok industri gula.

* Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan PT SGN sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi langkah nyata dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada gula nasional.

———————————————————

Surabaya (beritajatim.com) — Keberhasilan industri gula nasional tidak lagi hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan oleh petani tebu dan masyarakat di sekitarnya.

Hal ini menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi di Ruang Bupati Sragen, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Pabrik Gula (PG) Mojo—unit usaha PT SGN—dalam menjaga keberlanjutan usaha tani tebu, membuka peluang ekonomi baru, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sragen.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, petani tebu merupakan fondasi utama dalam rantai pasok industri gula, sehingga keberlanjutan operasional pabrik harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mitra petani.

“Bagi PT SGN, keberhasilan industri gula tidak hanya dilihat dari capaian produksi, tetapi juga dari bagaimana keberadaan pabrik mampu memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kemitraan dengan petani tebu terus diperkuat sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung dan berkelanjutan,” ujar Mahmudi.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menekankan pentingnya eksekusi program sosial dan keberlanjutan yang terarah serta terukur.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penguatan program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Program ini dirancang agar penetapan sasaran bantuan dan pendampingan dapat tepat lokasi dan tepat manfaat, sehingga meningkatkan produktivitas serta menjaga kepercayaan petani.

Sebagai sub-holding gula PTPN Group (Sugar Co) yang mengonsolidasi 42 pabrik gula di seluruh Indonesia, PT SGN menempatkan revitalisasi industri gula sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sinergi yang terjalin erat antara Pemkab Sragen, PT SGN, dan para petani tebu ini diharapkan tidak hanya mengokohkan perekonomian daerah, melainkan juga mempercepat tercapainya swasembada gula nasional.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.