Podcast di Dalam Bus Berjalan 19 Jam 45 Menit, Konsep Karnus dan Kasisolusi Pecahkan Rekor MURI
Sidoarjo (beritajatim.com) – Bukan sekadar mencetak rekor, perjalanan lintas Trans-Jawa ini menjadi gerakan edukasi kesehatan sekaligus kampanye pemanfaatan sumber daya lokal menuju kedaulatan kesehatan Indonesia.
Konsep Karnus bersama Kasisolusi berhasil mencatatkan prestasi di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui siaran langsung podcast selama 19 jam 45 menit nonstop di dalam bus berjalan. Perjalanan menggunakan PodBus Karnus tersebut berlangsung dari Jakarta menuju Sidoarjo, Jawa Timur, pada 11–12 Oktober 2026.
Pencapaian ini mendapat pengakuan resmi dari MURI melalui piagam penghargaan atas rekor “Siaran Langsung Siniar di Dalam Bus Berjalan secara Nonstop Terlama”.
Customer Relation Manager MURI, Lutvi Syah Pradana, mengatakan bahwa pencapaian tersebut berhasil melampaui catatan rekor sejenis sebelumnya yang berlangsung selama 12 jam dalam perjalanan Jakarta menuju Yogyakarta.
“Pada kemarin tepatnya kami ikut menyaksikan dan memverifikasi pengajuan pemecahan rekor, di mana sebelumnya sudah ada catatan rekor sejenis selama 12 jam perjalanan dari Jakarta menuju Jogja. Dan kemarin sampai dengan pagi ini berhasil dipecahkan oleh Konsep Karnus bersama Kasisolusi dengan catatan waktu 19 jam 45 menit dengan rute Jakarta menuju Sidoarjo,” ungkap Lutvi melalui keterangan resminya, Senin (12/10/2026).
Tim MURI turut mengikuti perjalanan di dalam PodBus Karnus untuk melakukan proses verifikasi hingga berakhirnya siaran langsung. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye 95% Mahakarya Nusantara: Menembus Batas Trans-Jawa demi Kedaulatan Kesehatan Bangsa, yang mengangkat pentingnya edukasi kesehatan, pengembangan riset, pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, serta kemandirian industri kesehatan nasional.
Bukan Sekadar Rekor, tetapi Membawa Edukasi Kesehatan Lebih Dekat kepada Masyarakat
Founder Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo, STP, menegaskan bahwa pencapaian rekor MURI bukanlah tujuan utama dari perjalanan lintas Trans-Jawa tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini berangkat dari keinginan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan yang selama ini lebih banyak dilakukan melalui seminar dan pertemuan tatap muka. “Tujuan awal bukan rekor, jadi tujuan awal mengedukasi sebenarnya,” tegas Iwan.
Melalui PodBus Karnus, ia ingin menghadirkan cara baru dalam menyampaikan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Materi yang sebelumnya disampaikan di ruang seminar kini dibawa ke dalam format podcast berjalan, sehingga dapat diikuti masyarakat melalui siaran langsung digital. “Kita ingin menyapa masyarakat,” tutur Iwan.
Tidak seperti podcast pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan pembahasan ilmiah mengenai mekanisme penyakit, metabolisme tubuh, biokimia sel, hingga pendekatan nutrisi dalam menjaga kesehatan.
Iwan melanjutkan, tantangan terbesar dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut bukan sekadar mempertahankan durasi siaran langsung, melainkan menyampaikan materi kesehatan yang kompleks dengan melibatkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
Dengan demikian, pencapaian rekor menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk memperkenalkan pentingnya literasi kesehatan, pemahaman terhadap mekanisme penyakit, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirkan Profesor dan Dokter, Bahas Berbagai Penyakit Sepanjang Perjalanan
Podcast lintas Trans-Jawa tersebut dipandu oleh Deryansha bersama Iwan Benny Purwowidodo, dengan menghadirkan akademisi, dokter, dan praktisi kesehatan dalam rangkaian diskusi secara bergantian sepanjang perjalanan.
Salah satu narasumber yang terlibat adalah Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D., Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, yang membahas pendekatan ilmiah dan penelitian terkait kesehatan.
Diskusi dilanjutkan bersama sejumlah dokter penerap Konsep Karnus, antara lain dr. Edy Subagyo MR, dr. Ghifara Huda, SE., AAAK, dr. H. Hendrik, Sp.Onk.Rad(K), M.Kes., Ph.D., serta dr. Ary Yanuar Rahmanto, M.Si., FIHFAA.
Para narasumber membahas berbagai persoalan kesehatan, seperti gangguan lambung atau GERD, diabetes, kanker, hipertensi, kolesterol, hingga gangguan autoimun.
Pembahasan juga menyoroti fungsi sistem pencernaan, metabolisme sel, perkembangan riset kesehatan, serta pemanfaatan nutrisi sebagai bagian dari pendekatan kesehatan.
Dalam keterangannya, Iwan turut menyinggung pengalaman sejumlah dokter yang telah menerapkan Konsep Karnus dalam pendampingan pasien dengan berbagai kondisi kesehatan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai pendekatan kesehatan yang dikembangkan Konsep Karnus, sekaligus menunjukkan pentingnya dokumentasi, penelitian, dan evaluasi ilmiah terhadap hasil penerapannya.
Melalui keterlibatan akademisi dan dokter, Konsep Karnus berharap masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai penyakit, tetapi juga semakin memahami pentingnya pencegahan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan yang tepat berdasarkan pengetahuan ilmiah.
Melintasi Trans-Jawa, Perluas Kolaborasi dengan Pelaku Usaha dan Kreator Lokal
Berangkat dari Jakarta, PodBus Karnus menempuh perjalanan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Cirebon, Semarang, Surakarta, hingga Surabaya, sebelum menyelesaikan perjalanan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Selain menghadirkan para ahli kesehatan, perjalanan tersebut juga membuka ruang kolaborasi bersama pelaku usaha, tokoh lokal, dan kreator konten dari berbagai kota.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh pengembangan usaha, strategi pemasaran, branding, kewirausahaan, dan perkembangan industri kreatif.
Salah satu narasumber yang hadir dalam sesi perjalanan di Cirebon adalah Habibi Ahna Akbar, pelaku usaha fotografi yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan bisnis dan pengembangan AIUEO Baby Studio.
Keterlibatan narasumber dari berbagai latar belakang memperluas cakupan diskusi sekaligus memperlihatkan bahwa PodBus Karnus dapat menjadi ruang pertemuan antara edukasi, teknologi, kreativitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Angkat Kampanye 95% Mahakarya Nusantara untuk Kedaulatan Kesehatan Bangsa
Di balik pencapaian rekor MURI, Konsep Karnus juga membawa pesan mengenai pentingnya memperkuat kemandirian industri kesehatan Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.
Melalui kampanye 95% Mahakarya Nusantara, Konsep Karnus memperkenalkan pendekatan pengembangan nutrisi yang mengutamakan bahan baku lokal serta penerapan penelitian dan teknologi pengolahan di Indonesia.
Menurut Konsep Karnus, sekitar 95 persen bahan baku dalam ekosistem produk yang dikembangkannya berasal dari sumber daya lokal, termasuk berbagai komoditas pertanian Indonesia.
Komoditas seperti labu kuning, pisang, wortel, bayam, bunga rosella, hingga bahan pangan lainnya dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai formulasi produk nutrisi.
Iwan menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut memerlukan penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan riset, teknologi pengolahan, dan keterlibatan industri dalam negeri.
Menurutnya, kolaborasi antara petani, peneliti, pelaku industri, dan masyarakat dapat membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
Ketika hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri, manfaat ekonomi yang dihasilkan diharapkan dapat kembali kepada para pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional.
Melalui kampanye ini, Konsep Karnus ingin menegaskan bahwa upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dapat berjalan beriringan dengan penguatan riset, industri, dan perekonomian Indonesia.
Perkenalkan Inovasi Kolagen Sapi dan Penelitian Berbasis Bahan Alam
Sebagai bagian dari kampanye kemandirian kesehatan, Konsep Karnus turut memperkenalkan sejumlah pengembangan teknologi serta penelitian yang dilakukan bersama akademisi dan tim peneliti.
Salah satunya adalah pengembangan teknologi pengolahan kolagen sapi (*bovine collagen*) untuk mendukung kebutuhan bahan baku produk nutrisi dan perawatan tubuh.
Konsep Karnus menyebut telah mengembangkan teknologi pemisahan mineral dari tulang sapi yang mampu mempersingkat proses demineralisasi, dari sekitar 15 hari menjadi kurang lebih dua jam.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku dan mendukung pertumbuhan industri kolagen dalam negeri.
Selain inovasi manufaktur, Konsep Karnus juga mengangkat penelitian mengenai kombinasi pati labu kuning, pati pisang, dan kolagen sapi dalam kaitannya dengan mekanisme perbaikan jaringan lambung.
Penelitian lainnya membahas potensi senyawa theaflavin, kelompok polifenol yang ditemukan dalam teh hitam, melalui kajian berbasis komputasi mengenai interaksinya dengan protein MMP-2 dan MMP-9 yang berkaitan dengan perkembangan kanker payudara.
Kajian tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya pada manusia.
Berbagai pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi bahan alam Indonesia dengan riset ilmiah dan kemampuan industri pengolahan.
Rangkaian Kegiatan Dilanjutkan dengan Kunjungan ke Tiga Fasilitas Produksi
Setelah menyelesaikan perjalanan dan menerima penghargaan MURI di Sidoarjo, rombongan Konsep Karnus dan Kasisolusi dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi tiga fasilitas produksi di Jawa Timur.
Ketiga fasilitas tersebut meliputi Pabrik Kolagen Karnus di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Pabrik Nutrisi JIS, serta Pabrik Skincare SHUN.
Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai proses pengolahan bahan baku, teknologi manufaktur, serta pengembangan produk dalam ekosistem Konsep Karnus.
Di Pabrik Kolagen Karnus, rombongan dijadwalkan melihat pengembangan teknologi pengolahan kolagen sapi sebagai salah satu bahan baku produk nutrisi dan perawatan tubuh.
Sementara itu, kunjungan ke Pabrik Nutrisi JIS diarahkan untuk memperkenalkan proses pengolahan berbagai bahan pangan menjadi formulasi nutrisi.
Adapun di Pabrik Skincare SHUN, rombongan akan diperkenalkan pada proses pengembangan dan produksi produk perawatan kulit dalam ekosistem Beauty Karnus.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Konsep Karnus ingin memperlihatkan keterkaitan antara sektor pertanian, penelitian, teknologi, dan industri dalam menghasilkan produk bernilai tambah dari sumber daya dalam negeri.
Rekor MURI Menjadi Awal Gerakan Edukasi dan Kemandirian Kesehatan
Pencapaian rekor MURI selama 19 jam 45 menit menjadi tonggak baru bagi Konsep Karnus dan Kasisolusi dalam mengembangkan format edukasi kesehatan yang menjangkau masyarakat melalui teknologi digital.
Namun, di balik catatan durasi tersebut, terdapat misi untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, memperluas kolaborasi dengan para ahli, serta memperkenalkan potensi sumber daya alam Indonesia sebagai bagian dari penguatan industri kesehatan nasional.
Melalui kampanye 95% Mahakarya Nusantara: Menembus Batas Trans-Jawa demi Kedaulatan Kesehatan Bangsa, Konsep Karnus berharap semakin banyak pihak terlibat dalam membangun ekosistem kesehatan yang didukung ilmu pengetahuan, penelitian, petani lokal, dan inovasi industri dalam negeri.
Lebih dari sekadar rekor siaran langsung terlama, perjalanan ini membawa pesan bahwa edukasi kesehatan tidak harus berhenti di ruang seminar, melainkan dapat terus bergerak menjangkau masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.
Tentang Konsep Karnus
Konsep Karnus merupakan pendekatan edukasi kesehatan yang dikembangkan oleh Iwan Benny Purwowidodo, STP., dengan menekankan pemahaman biokimia tubuh, metabolisme, serta peran nutrisi dalam menjaga kesehatan. Melalui kegiatan edukasi, penelitian, dan pengembangan produk nutrisi, Konsep Karnus berupaya meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia. (isa/kun)
Link informasi : Sumber