JKN Bantu Perawatan Ulfa di Kediri saat Alami Efek Samping Pengobatan TB

0

Ringkasan Berita

  • Ulfa Wahyuni Rahma, pekerja asal Kota Kediri, menjalani perawatan medis setelah mengalami mual dan muntah selama pengobatan tuberkulosis (TB).
  • Ulfa menggunakan kepesertaan JKN aktif dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
  • Ia menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan di RS Bhayangkara Kediri.
  • Ulfa mengaku terbantu karena pelayanan dan biaya perawatan yang diterimanya ditanggung melalui Program JKN tanpa biaya tambahan, menurut pengalamannya.
  • JKN Bantu Perawatan Ulfa di Kediri saat Alami Efek Samping Pengobatan TB

Kediri (beritajatim.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantu masyarakat mengakses pelayanan kesehatan ketika menghadapi gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Manfaat tersebut dirasakan Ulfa Wahyuni Rahma (36), pekerja asal Ngadirejo, Kota Kediri, yang menjalani perawatan setelah mengalami mual dan muntah selama menjalani pengobatan tuberkulosis (TB).

Sebagai peserta JKN aktif dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Ulfa memperoleh akses pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang menangani kondisinya. Pengalaman tersebut memberikan dukungan bagi dirinya dan keluarga di tengah proses pemulihan.

Ulfa menceritakan, keluhan kesehatannya bermula dari batuk yang mendorongnya memeriksakan diri ke puskesmas. Berdasarkan pemeriksaan dahak, ia mendapat informasi mengenai temuan bakteri tuberkulosis dan disarankan menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.

“Awalnya saya hanya mengalami batuk, lalu memeriksakan diri dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan puskesmas, terdeteksi adanya bakteri tuberkulosis. Atas anjuran faskes dikarenakan konfirmasi hasil dari puskesmas, saya tetap disarankan untuk meminum obat tersebut,” ujar Ulfa saat ditemui di Kediri, Senin (12/10/2026).

Alami Mual dan Muntah hingga Harus ke IGD

Dalam perjalanan pengobatan, Ulfa mengalami keluhan mual dan muntah berulang. Ia menduga keluhan tersebut berkaitan dengan konsumsi obat TB, terlebih dirinya memiliki riwayat gangguan lambung.

Kondisinya kemudian semakin melemah hingga membutuhkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) RS Bhayangkara Kediri.

Ulfa menuturkan, ia sempat menerima tindakan medis berupa pemberian infus dan obat pereda nyeri. Namun, karena kondisinya belum membaik secara signifikan, ia membutuhkan pemeriksaan serta penanganan lanjutan.

“Karena saya memang sudah memiliki riwayat maag, setelah meminum obat tuberkulosis tersebut efeknya membuat mual, muntah terus, dan kondisi lambung semakin parah. Bahkan sampai hari ketiga, tepatnya hari Senin pekan lalu, saya sudah sangat lemas dan tidak berdaya, hingga akhirnya dibawa ke IGD RS Bhayangkara,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan evaluasi medis, dokter memutuskan menghentikan sementara konsumsi obat TB untuk memulihkan kondisi kesehatannya terlebih dahulu, termasuk menangani keluhan yang berkaitan dengan organ pencernaan dan hati.

“Sejak hari Sabtu saya sudah tidak mengonsumsi obat tuberkulosis lagi atas instruksi dokter, dan puji syukur kondisi saya berangsur-angsur membaik. Dukungan dan arahan penanganan dari dokter serta fasilitas kesehatan sangat membantu saya,” kata Ulfa.

Keputusan menghentikan sementara pengobatan tersebut, menurut Ulfa, dilakukan atas instruksi dokter yang menangani kondisinya.

Biaya Perawatan Ditanggung Program JKN

Di tengah proses pemulihan, Ulfa mengaku terbantu oleh kepesertaan JKN aktif yang dimilikinya melalui perusahaan tempat bekerja. Ia menyampaikan bahwa proses rujukan, penanganan medis, hingga perawatan berjalan lancar tanpa kendala administrasi.

Menurut Ulfa, pelayanan yang diterimanya juga berlangsung profesional tanpa perbedaan perlakuan.

“Pelayanan dari fasilitas kesehatan dan rumah sakit sangat baik. Kami tidak dibeda-bedakan, semua dilayani dengan profesional. Selain itu, seluruh biaya pengobatan, perawatan, dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan tanpa ada iur biaya tambahan sepeser pun. Hal ini tentu sangat meringankan beban kami,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Ulfa merasakan pentingnya jaminan kesehatan ketika seseorang membutuhkan perawatan medis. Selain membantu mengakses layanan kesehatan, kepesertaan JKN juga memberikan rasa tenang bagi keluarga dalam menghadapi biaya pengobatan yang diperlukan.

Ia berharap Program JKN dapat terus berjalan dan memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.

“Kesan saya menggunakan Program JKN ini sangat terbantu, mudah, dan terarah. Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin optimal ke depannya karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Ulfa.

Pengalaman Ulfa menjadi gambaran manfaat jaminan kesehatan dalam membantu peserta memperoleh pelayanan medis saat dibutuhkan. Kelancaran akses pemeriksaan, rujukan, dan perawatan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien. [nm/ted]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.