Operasi Antinarkoba AS Meluas, Sejarah Intervensi di Amerika Latin Disorot

0

Washington (beritajatim.com) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas kehadiran militernya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan melalui operasi bersama negara-negara mitra untuk menekan kelompok kriminal dan jaringan narkoba seperti dikutip dari laporan New York Times.

Langkah tersebut menambah panjang kampanye militer AS yang telah berlangsung lebih dari setahun.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan khusus AS juga mulai mendampingi aparat Ekuador dalam penggerebekan.

Sebelumnya, operasi militer AS menyasar kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik Timur.

Menurut penghitungan Military Times yang dikutip The Hill, hingga 5 Oktober 2026, pemerintahan Trump telah mengumumkan 71 serangan terhadap kapal yang menewaskan sedikitnya 213 orang.

Angka tersebut menggambarkan skala operasi yang dijalankan AS dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.

Namun, informasi yang tersedia dalam laporan tersebut tidak merinci identitas seluruh korban maupun hasil penindakan terhadap jaringan narkoba yang menjadi sasaran.

AS Pertimbangkan Penempatan Pasukan Tambahan

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan Kolombia, Guatemala, dan Honduras telah menyetujui operasi militer gabungan AS untuk menghadapi kelompok kriminal di wilayah mereka.

Dalam keterangan kepada wartawan pada akhir pekan sebelum laporan diterbitkan, Hegseth juga menyebut sebagian pasukan AS berpotensi dipindahkan dari Eropa ke Belahan Bumi Barat.

“Kami jelas sedang memperluas kehadiran dan jejak kami di Amerika Tengah dan Amerika Selatan bersama mitra-mitra kami,” kata Hegseth.

Ia menambahkan, penempatan pasukan dan pembangunan pangkalan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan perluasan keterlibatan militer di kawasan tersebut. Meski demikian, materi yang tersedia belum menjelaskan jumlah pasukan yang akan dipindahkan maupun lokasi pasti pangkalan yang direncanakan.

Mengingatkan Sejarah Intervensi AS

Rencana perluasan operasi militer itu juga memunculkan perhatian terhadap sejarah panjang keterlibatan Washington di Amerika Latin.

The New York Times mencatat bahwa rencana tersebut mengingatkan pada sejarah intervensi AS di kawasan itu, yang dalam sejumlah periode melibatkan pengerahan militer dan campur tangan terhadap urusan negara lain.

Di sisi lain, pemerintahan Trump menempatkan operasi tersebut dalam kerangka pemberantasan kelompok kriminal dan jaringan narkoba. Perluasan kerja sama militer dengan negara-negara di kawasan menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada bentuk kerja sama dengan negara mitra, lokasi penempatan pasukan, serta pelaksanaan operasi di lapangan. (ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.