Batalyon TP 532/Pangeran Timur Salurkan 45.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kabupaten Madiun
Ringkasan Berita:
- Batalyon TP 532/Pangeran Timur telah menyalurkan sekitar 45.000 liter air bersih melalui empat kali kegiatan di tiga kecamatan di Kabupaten Madiun.
- Sekitar 20–30 kepala keluarga di RW 05, Desa Plumpungrejo, mengalami kendala pasokan air akibat penurunan permukaan air tanah selama musim kemarau.
- Penyaluran air bersih akan dilanjutkan sesuai kebutuhan warga, dengan kegiatan rutin setiap Jumat yang direncanakan untuk wilayah Kecamatan Wungu.
Madiun (beritajatim.com) – Batalyon TP 532/Pangeran Timur telah menyalurkan sekitar 45.000 liter air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan pasokan air di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan melalui empat kali kegiatan yang menjangkau sejumlah desa di tiga kecamatan, yakni Wungu, Sawahan, dan Wonoasri.
Penyaluran air bersih salah satunya dilaksanakan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah musim kemarau yang menyebabkan penurunan ketersediaan air tanah.
Pasi Intel Batalyon TP 532/Pangeran Timur, Lettu CZI Mujamil, mengatakan total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 45.000 liter. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Selama ini total air yang sudah kita dropping sekitar 45.000 liter. Kegiatan ini sudah yang keempat kalinya,” ujar Mujamil.
Salah satu wilayah yang merasakan dampak kemarau adalah RW 05 di Desa Plumpungrejo. Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah permukaan air tanah menurun. Kondisi tersebut membuat pompa air atau sanyo milik warga tidak lagi mampu menyedot air dari sumur.
Ketua RW 05, Parlan, menjelaskan bahwa sekitar 10 persen kawasan permukiman di wilayahnya mengalami kendala pasokan air bersih. Masalah tersebut terutama dialami warga yang memiliki sumur dengan kedalaman tertentu dan menggunakan pompa air dengan kemampuan terbatas.
“Sebenarnya tidak begitu banyak, tetapi ada beberapa blok rumah yang terkendala pompa airnya tidak bisa menarik air karena sumber airnya menurun cukup dalam,” kata Parlan.
Menurut Parlan, wilayah tersebut belum terjangkau jaringan utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Selama ini, warga mengandalkan sumur pribadi dan jaringan air swadaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, keterbatasan jaringan distribusi menyebabkan pasokan air belum dapat menjangkau seluruh rumah secara merata.

Dia memperkirakan sekitar 20 hingga 30 kepala keluarga (KK) mengalami kendala air bersih yang cukup signifikan. Warga terdampak tersebar di sejumlah RT, terutama RT 16, 19, 20, dan 22.
“Terdampaknya per blok saja, terutama bagi warga yang sumurnya terlalu dalam dan belum memiliki alat penyedot yang memadai. Sementara warga yang pompanya masih mampu, sejauh ini masih bisa menyedot air,” jelasnya.
Parlan mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan Batalyon TP 532/Pangeran Timur. Menurutnya, bantuan tersebut meringankan beban warga yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama keluarga yang sumurnya tidak lagi dapat diandalkan.
“Bantuan ini sangat-sangat membantu warga kami yang terdampak langsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Mujamil mengatakan Batalyon TP 532/Pangeran Timur akan terus mengupayakan penyaluran air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Madiun. Khusus wilayah Kecamatan Wungu, kegiatan distribusi air dijadwalkan berlangsung rutin setiap Jumat.
“Kalau untuk wilayah Wungu, rencananya rutin setiap Jumat. Besok kita juga kembali ke sana,” katanya.
Mujamil menegaskan bahwa penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan pimpinan agar sarana dan kemampuan yang dimiliki TNI dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.
Masyarakat atau wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permintaan secara langsung dengan mendatangi markas Batalyon TP 532/Pangeran Timur. Permintaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan air bersih, bisa datang langsung ke batalyon. Nanti akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. [rbr/suf]
Link informasi : Sumber