Petani Bojonegoro Bidik Pasar Supermarket dan Hotel, Ini Syaratnya

0

Bojonegoro (beritajatim.com) – Petani Bojonegoro berpeluang memperluas pemasaran hasil pertanian hingga ke jaringan ritel modern dan perhotelan. Peluang tersebut dijajaki melalui Agribusiness Matching dalam rangkaian Gumregah Tani Bojonegoro Festival (GUTANBO FEST) di Alun-alun Bojonegoro, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan petani dan kelompok tani (poktan) dengan sejumlah calon pembeli atau offtaker. Beberapa perusahaan yang hadir di antaranya PT Lion Superindo, PT Indomarco Prismatama, PT Samudra Sukses Mandiri, SPPG, CV Surya Sakti Bojonegoro, serta Eastern Hotel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan potensi produksi pertanian daerah cukup besar. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan akses pemasaran yang mampu menjangkau lebih banyak konsumen.

“Sisi hulu kita sudah sangat bagus. Kita punya potensi komoditas kelengkeng, alpukat, buah tin, dan masih banyak lagi. Hari ini kita pertemukan produsen dengan offtaker dan end user agar dari sisi hilir dan pemasarannya makin terarah,” ujarnya.

Menurut Zaenal, Bojonegoro memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap sektor pertanian Jawa Timur. Produksi padi diperkirakan mencapai 822 ribu ton pada Oktober, dengan posisi kedua di tingkat provinsi.

Selain padi, produksi jagung tercatat 337.636 ton dan bawang merah 38.783 ton. Untuk komoditas tembakau, produksinya mencapai 29.575 ton. Tembakau varietas Virginia menempati peringkat pertama di Jawa Timur, sedangkan tembakau Jawa berada di peringkat kelima.

Berdasarkan data 2024, produksi kedelai Bojonegoro mencapai 7.811 ton atau peringkat pertama di Jawa Timur. Adapun produksi kacang hijau mencapai 6.979 ton, menempatkan Bojonegoro di peringkat keempat. Di sektor peternakan, populasi domba berada di peringkat pertama, sedangkan sapi menempati peringkat kelima di tingkat provinsi.

Besarnya potensi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan Bojonegoro sebagai sentra agroindustri. Pemkab berharap hasil pertanian lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu memasok bahan baku industri secara berkelanjutan.

“Bojonegoro siap menyediakan bahan baku industri yang cukup dari segi jumlah, kualitas, maupun kontinuitasnya. Harapan kita, kebutuhan komoditas di Bojonegoro dapat dicukupi oleh produk lokal kita sendiri, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di daerah,” tegas Zaenal.

Peluang kerja sama dalam Agribusiness Matching mendapat respons positif dari Buyer Fresh Regional Jawa Timur PT Lion Superindo, Yusuf. Ia menyatakan, pihaknya terbuka terhadap produk pertanian Bojonegoro selama memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasokan perusahaan.

“Semua produk pada dasarnya bisa diterima, dengan catatan memenuhi standar kualitas, aman dari cemaran bahan kimia atau pestisida berlebih, keterpenuhan tonase atau kuantitas, serta standar tampilan (display),” pungkasnya. (fif/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.