PKB Bondowoso Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029

0

Bondowoso (beritajatim.com) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menargetkan penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029.

Target tersebut menjadi salah satu agenda dalam pengukuhan pengurus DPC PKB Bondowoso sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Graha NU Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, mengatakan peningkatan perolehan kursi harus diiringi dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan politik tidak cukup diukur dari jumlah suara maupun kursi yang diperoleh. “Partai yang memiliki saham terbesar tentu tanggung jawabnya juga paling besar. Muara dari perjuangan kita adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Ahmad Dhafir.

Ia menegaskan, dukungan masyarakat harus menjadi dorongan bagi partai politik untuk bekerja lebih serius dalam menjawab berbagai persoalan rakyat.

Terlebih, kondisi efisiensi anggaran menuntut adanya koordinasi dan langkah konkret agar program pembangunan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ahmad Dhafir menilai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa.

Kolaborasi diperlukan untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, Ahmad Dhafir mengungkapkan bahwa perolehan kursi PKB mengalami penurunan dibandingkan dengan masa awal berdirinya partai tersebut.

Ia menyebut PKB pernah memiliki 28 kursi, kemudian turun menjadi 23 kursi pada 2004. Saat ini, jumlah kursi yang dimiliki berada di angka 16.

Penurunan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PKB untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kinerja politik.

Menjelang Pemilu 2029, partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang itu berupaya meningkatkan dukungan masyarakat melalui penguatan organisasi dan kaderisasi.

Meski demikian, Ahmad Dhafir menilai soliditas internal partai saat ini semakin baik. Penataan kepengurusan mulai dari tingkat DPC, pimpinan anak cabang (PAC), hingga ranting terus diperkuat melalui konsolidasi yang berlangsung sejak periode 2014, 2019, hingga 2024.

Menurutnya, organisasi yang tertata menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pelayanan partai dan menjaga kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat bawah.

Ia juga menyoroti komposisi pengurus baru yang melibatkan banyak generasi muda. Lebih dari 50 persen wajah pengurus DPC PKB Bondowoso, kata dia, berasal dari kalangan muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z.

Keterlibatan anak muda tersebut diharapkan mampu memperkuat kaderisasi sekaligus mendekatkan partai dengan pemilih pemula.

Komposisi lintas generasi juga dinilai penting agar PKB dapat memahami perkembangan aspirasi masyarakat dan menghadirkan pendekatan politik yang relevan.

Selain penguatan organisasi, Ahmad Dhafir mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah, bukan sekadar kedudukan yang patut dibanggakan. Setiap pejabat, menurutnya, harus memastikan kewenangan yang dimiliki digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Ia mencontohkan kritik terhadap lambatnya evaluasi gubernur terkait APBD. Menurut Ahmad Dhafir, kritik tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mendorong agar proses pemerintahan berjalan sesuai aturan dan tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid berharap pengurus DPC PKB yang baru dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen untuk mengutamakan kolaborasi dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

“Mari kita fokus bersama-sama berkolaborasi melayani rakyat, menjadi telinga yang mendengarkan keluhan dan permasalahan rakyat, menjadi pikiran yang memikirkan permasalahan rakyat, dan kemudian menjadi tangan yang tentu dengan posisi dan level masing-masing melakukan sesuatu untuk rakyat,” kata Abdul Hamid Wahid.

Bupati yang akrab disapa Gus Hamid itu menegaskan, sinergi antara partai politik dan pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik.

Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara konstruktif diperlukan untuk menjaga kualitas pemerintahan dan mendorong perbaikan pelayanan publik. “Kritik itu sehat selagi kritik itu konstruktif,” tegasnya.

Melalui pengukuhan pengurus dan Muskercab tersebut, PKB Bondowoso menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi, kaderisasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Target penambahan kursi pada Pemilu 2029 diharapkan tidak hanya menjadi agenda elektoral, tetapi juga diiringi peningkatan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat. (awi/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.